Surabaya Akan Seperti Singapura, Begini Maksudnya


SURABAYA – Selain road pricing, Dinas Perhubungan mengantongi alternatif lain guna mengatasi meningkatnya jumlah kendaraan pribadi.

Saat ditemui di gedung DPRD, Jumat (11/8), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat, mengatakan ada beberapa pilihan lain yang tengah digodok.

“Tujuannya selain pembatasan kendaraan pribadi, juga memaksimalkan kendaraan umum,” ujarnya.

Ia menyebutkan skema alternatif tersebut bisa berupa metode 3in1, seperti yang sudah berlaku di Jakarta, mobil keliling seperti bus sekolah, maupun bus karyawan dan juga Electronic Road Pricing (ERP).

Irvan menambahkan, sistem road pricing sudah diberlakukan di negara tetangga seperti Singapura. Bahkan, sudah diterapkan semenjak tahun 1980.

“Dan itu efektif. Target kita mengalihkan kendaraan pribadi ke angkutan massal,” jelasnya.

Saat ini, wacana tersebut masih dikaji dan akan diajukan ke dewan. Meski demikian, PR Dishub kali ini adalah meningkatkan kualitas angkutan massal. “Ketika angkutan massal dan umum sudah bagus, sudah terapkan kajiannya,” bebernya.

Soal harga, Irvan mengaku masih mengkaji berapa harga yang harus dibayar kendaraan pribadi, saat melewati jalan yang ditentukan dalam road pricing.

“Yang jelas harga mengikuti sesuai kemauan dan kemampuan masyarakat dalam membayar,” jelasnya.

Sedangkan untuk mekanisme pembayaran, Irvan menjelaskan kurang lebih sama seperti Singapura.

“Kalau di Singapura, sebelum ada electronic dulu masih pakai stiker, jadi mobil yang masuk jalan tertentu yang sudah masuk dalam road pricing harus bersticker,” terangnya.

Rencananya jalan utama yang akan dikenai road pricing adalah jalan yang banyak dilalui angkutan massal.

“Seperti Jalan Basuki Rahmat, Panglima Sudirman, Jalan Tunjungan, Jalan Darmo, kurang lebih itu,” katanya. (Nia/IwanS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close