Soekarwo Sebut Produksi Perikanan Jatim Capai 1,6 Juta Ton

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mencatat produksi produksi perikanan di wilayahnya pada 2017 mencapai 1,6 juta ton yang terdiri dari perikanan budi daya 1.189.494 ton dan produksi perikanan tangkap 427.459 ton.

“Perkembangan produktivitas sektor ini luar biasa, sebab pada 2012 produktivitasnya masih di angka 800 ribu ton,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (5/5).

Peningkatan produktivitas sektor perikanan di Jatim yang terus meningkat, kata dia, mampu memberikan kontribusi luar biasa bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) setempat.

Ia merinci, pada kontribusi sektor perikanan dan kelautan terhadap PDRB Jatim, yakni sebesar Rp50,99 triliun atau 2,53 persen dari total PDRB Jatim yang sebesar Rp2.019,2 triliun pada 2017.

Sedangkan, capaian ekspor hasil perikanan tahun 2017 sebesar 198.866,761 ton dengan nilai sebesar 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun.

Sementara itu, agar produktivitas di sektor ini terus meningkat, Pemprov Jatim menerapkan konsep asli Jatim, yaitu pengembangan hulu hingga hilir perikanan dengan memberikan nilai tambah komoditi perikanan masyarakat melalui industrialisasi di petani.

Untuk itu, kata dia, Pemprov Jatim melakukan peningkatan mulai sumber daya manusia (SDM), akses permodalan, teknik pengolahan, hingga strategi penjualan produk perikanan.

Khusus SDM, Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu, meminta praktik sehari melaut atau “one day fishing” yang dilakukan nelayan dapat ditinggalkan dan diharapkan nelayan bisa 2-3 hari menangkap ikan.

“Jika 2-3 hari, tentu hasil tangkapan lebih banyak. Jadi, perahunya ditingkatkan kapasitasnya agar muat ikan lebih banyak. Dulu muatan 5 gross ton (GT), tapi sekarang bisa 10-20 GT,” katanya.

Setelah berlabuh, katanya, nelayan diharapkan tidak langsung menjual ikan hasil tangkapannya, tapi diolah terlebih dahulu menjadi produk industri primer atau sekunder, semisal diolah menjadi abon, krispi, nugget, bakso ikan dan sebagainya sehingga memiliki nilai tambah sekaligus diversifikasi produk perikanan.

“Kami juga memberi pelatihan maupun keterampilan pada nelayan agar mampu mengolah hasil tangkapannya, lalu untuk modalnya diberikan akses permodalan kepada nelayan dengan suku bunga ringan, yaitu enam persen atau jauh lebih ringan dari produk industri jasa keuangan di perbankan pada umumnya,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER