Risma Paparkan Taman Kota Surabaya di Philadelphia


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memaparkan taman-taman kota dan kampung-kampung di Surabaya yang asri dalam kunjungannya di Bethany Miracle Senter, Philadelphia, Sabtu (28/10) waktu setempat.

“Beberapa taman sengaja saya buat lapangan olahraga. Seluruh taman kami itu free Wi-Fi. Total ada 372 taman di Surabaya,” kata Risma dalam siaran pers yang diterima di Surabaya, Ahad (29/10).

Tri Rismaharini memang dijadwalkan menjadi pembicara sekaligus berpeluang menerima penghargaan Global Green City di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, mulai 30 hingga 31 Oktober 2017. Namun, sebelum itu, Risma menjalani serangkaian agenda di Philadelphia.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut mampir ke Philadelphia atas undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat. Risma juga bertemu dengan warga Indonesia yang tinggal di Philadelphia.

Dalam sebuah acara sosial yang difasilitasi Indonesia Diaspora Network (IDN), Risma terlihat akrab dengan para pendatang asal Indonesia. Beberapa anggota IDN terlihat berfoto bersama Risma.

Bahkan pada kesempatan tersebut, Risma berkesempatan mencoba mobil pembersih jalan. Mobil tersebut merupakan kontribusi masyarakat Indonesia di Philadelphia.

“Cara kerja mobil pembersih jalan sekilas hampir sama dengan vacuum cleaner. Operator mobil itu cukup menjalankan saja di atas jalan, maka setiap kotoran akan tersedot masuk ke tabung yang ada pada bagian belakang pengemudi,” katanya.

Saat Risma menjalankan mobil tersebut, tampak kotoran seperti kertas koran, plastik, dedaunan dan kertas tersedot secara otomatis. Saat mengendarai mobil pembersih jalan, Risma terlihat rileks.

“Mobil itu hampir mirip dengan mobil pembersih pedestrian yang sudah dimiliki Kota Surabaya,” katanya.

Usai acara tersebut, Risma juga berkesempatan memaparkan perkembangan Kota Surabaya di Bethany Miracle Senter, Philadelphia. Di hadapan ratusan pendatang asal Surabaya dan beberapa daerah lain, Risma memaparkan taman-taman kota dan kampung-kampung di Surabaya yang asri.

Untuk kampung, Risma mengatakan bahwa Pemkot Surabaya membangun perpustakaan dan taman baca. Dengan demikian, anak-anak dan warga di kampung diharapkan dapat belajar sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka. (Ant/SU02).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close