Fatih Seferagic

Fatih Seferagic Jadi Imam Masjid Alumni IPB

Swiss Pastikan Lolos ke Piala Dunia 2018

Risma Harap Bentrok Bonek-PSHT Tidak Terulang Lagi

0
102
Tri Rismaharini
Tri Rismaharini (Foto: Istimewa)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengharapkan bentrok antara suporter Persebaya Bonekmania dengan pendekar silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang menewaskan dua orang beberapa hari lalu tidak terulang.

“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Risma kepada wartawan di Surabaya, Senin (2/10).

Menurut Risma hilangnya dua nyawa dalam bentrokan tersebut patut disayangkan mengingat setiap warga negara sudah dijamin kehidupannya dalam undang-undang.

“Semua orang berhak untuk hidup. Saya berharap ini kejadian yang terakhir,” ujarnya.

Risma mengingatkan tujuan utama datang ke stadion adalah untuk menyaksikan pertandingan bola. Begitu juga untuk perguruan silat, Risma juga meminta agar tidak jumawa.

“Jangan ada yang merasa paling kuat. Itu tidak boleh. Buktinya ketika kita diberi cobaan berupa bencana oleh Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Terkait bentrok antara Bonek dengan PSHT lalu, Risma mengaku tidak membela salah satu kubu. Oleh karenanya Risma menyerahkan masalah itu kepada pihak yang berwajib.

“Kalau emosi jangan sampai membunuh. Mari kita saling menghormati dan tidak main hakim sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Risma juga meminta seluruh koordinator Bonek untuk saling mengingatkan anggotanya. Sebab jika sudah terjadi seperti sekarang ada banyak pihak yang dirugikan.

“Untuk apa kita memancing emosi dan mengetes ilmu. Kalau sudah seperti ini bagaimana,” ujar Risma.

Risma menceritakan, ketika masih muda dirinya juga ikut perguruan silat Merpati Putih. Namun tujuan utama dirinya bergabung untuk menjaga diri, bukan untuk gagah-gagahan.

“Saya telah meminta Kapolrestabes untuk mengusut masalah ini sampai tuntas. Termasuk siapapun yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial,” katanya.

Untuk diketahui, sekelompok suporter sepakbola Surabaya terlibat bentrok dengan salah satu kelompok pesilat atau pendekar di depan SPBU Balongsari Jl Raya Balongsari Kecamatan Tandes Surabaya, Ahad (1/10).

Akibat bentrok dua kelompok dini hari itu, dua nyawa melayang dari pihak anggota kelompok silat. Dua korban tersebut diketahui bernama Eko Ristanto (25), warga Tlogorejo, Kepuh Baru, Bojonegoro dan Aris (20), warga Simorejosari, Bojonegoro. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Wapres KAHMI

Tutup Munas Kahmi Ke- 10, Ini Pesan Wapres Jusuf Kalla

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla meminta organisasi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) dapat menonjolkan intelektualisme kecendekiawanan. Kalau berbicara dengan batas...
Danau Lawutung

Eksotis, Danau Lawutung Masih Menyimpan Mistis

SUMBA, SERUJI.CO.ID - Danau Lawutung yang terletak di desa Kadahang kecamatan Hahar, kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu danau yang berada...

KNPI NTT Minta Novanto Kooperatif Hadapai Proses Hukum

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Kasus Korupsi KTP-el yang menimpa Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, jadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...

KANAL WARGA TERBARU

image4214

USULAN REMBAG EKONOMI UMAT Versi II

DEPO MUSLIM INDONESIA Barang Warung Harga Grosir Bentuk : Koperasi Jasa Bidang : Distribusi Anggota : 1. Pemilik Warung/usaha retail muslim 2. Produsen muslim Spesialisasi Depo dan Distribusi Modal : 1. Stok Barang...
Doa Bisa Simalakama

Doa Bisa Simalakama

Doa bisa dipandang dari dua aspek. Pertama, doa dilihat dari aspek FUNGSInya. Kedua, doa dilihat dari aspek ISInya. Dilihat dari sisi FUNGSInya, doa adalah ibadah....
VIR

Belajar dari “HUKUM OHM”, Selamat datang Masalah

Jamak kita temui, hampir setiap orang yang menghadapi masalah terlihat kusut di wajahnya. Pada tingkatan tertentu, ada sebagian orang bahkan sampai stres dalam menghadapi...