Rel Porong Tergenang, Perjalanan KA Dari Malang ke Surabaya Dialihkan

0
36
Rel KA terendam banjir
Rel KA terendam banjir. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Perjalanan Kereta Api (KA) Mutiara Selatan yang berangkat dari Malang ke Surabaya dialihkan akibat jalur rel di kawasan Porong, Sidoarjo, tergenang air.

“Saya dari Stasiun Malang menuju Surabaya, tapi tidak bisa lewat jalur biasanya sehingga memutar ke arah Blitar. Total waktu ditempuh mencapai 11 jam,” ujar salah seorang penumpang KA Mutiara Selatan, Herman Rivai, Senin (27/11).

Ia menceritakan, pada Ahad (26/11), kereta api yang ditumpangi berangkat pukul 16.30 WIB, namun karena jalur rel terganggu maka perjalanan dialihkan melalui Blitar.

Mantan pimpinan DPRD Kota Surabaya itu mengaku tiga jam setelahnya kereta baru meninggalkan Malang, dan tiba pukul 23.00 WIB di Kertosono.

Dari sana, kata dia, seluruh penumpang yang mengarah ke Surabaya dipindah ke KA lain, sedangkan KA Mutiara Selatan melanjutkan perjalanan ke Bandung.

“Pukul 00.45 WIB kami diberangkatkan ke Surabaya dan 02.30 WIB baru sampai Stasiun Gubeng,” ucapnya.

Kendati demikian, ia dan mayoritas penumpang lainnya tidak merasa kecewa karena memaklumi adanya genangan air di perlintasan kereta api di kawasan Porong.

“Pelayanan dari petugas KA juga sangat ramah sehingga perjalanan sangat panjang tidak terasa lelah. Pelayanan seperti ini yang harus dipertahankan oleh PT KAI,” katanya.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko kepada wartawan, Ahad, mengatakan sebanyak enam kereta api tertahan akibat rel tergenang banjir di kawasan Porong, Sidoarjo.

Enam KA yang tertahan, yakni KA Jayabaya relasi Jakarta-Malang, KA Sri Tanjung relasi Banyuwangi-Surabaya, KA Bima Malang-Surabaya Gubeng, KA Mutiara Timur, KA Logawa Ranggajati, KA Mutiara Selatan.

Sebagai antisipasi, lanjut dia, untuk KA Sri Tanjung dilakukan pemindahan dengan bus saat melintasi Sidoarjo dengan menyediakan total enam bus.

Sedangkan KA Bima, KA Mutiara Selatan dan KA Jayabaya rangkaiannya dialihkan melalui jalur lain, dan untuk penumpangnya menggunakan rangkaian KA darurat. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....