Polisi Pamekasan Ringkus Pelaku Pornografi di Ruang Tunggu Kantor Pemkab

0
83
Ilustrasi.

PAMEKASAN – Petugas Polres Pamekasan, Jawa Timur, berhasil meringkus satu dari dua orang pelaku pornografi di ruang tunggu kantor pemkab setempat, yang meresahkan masyarakat di wilayah itu.

“Tersangka yang kami tangkap ini berinisi AS, asal Pademawu, Pamekasan,” ujar Kapolres Pamekasan AKBP Nuwo Hadi Nugroho saat jumpa pers di Mapolres Pamekasan, Selasa (18/7) siang.

Saat menyampaikan rilis tentang penetapan tersangka kasus pornografi ini, Kapolres didampingi oleh Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki, Kasat Reskrim AKP Bambang Hermando dan anggota tim penyidik Polres Pamekasan.

“AS merupakan warga Dusun Brigeh, Desa Dasok, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur” ungkap Nuwo.

Penangkapan tersangka melalui upaya paksa oleh anggota tim Reskrim Polres Pamekasan Senin (17/7) malam.

Kapolres menjelaskan, jumlah tersangka dalam kasus pornografi ini sebenarnya tiga orang. Namun, baru satu orang yang berhasil diringkus oleh polisi.

“Tersangka lainnya sebenarnya sudah dikirimi surat panggilan, tapi tidak menghadap,” katanya.

Jika, kata dia, hingga tiga kali pemanggilan yang bersangkutan tetap tidak hadir, maka petugas nantinya juga akan melakukan upaya paksa.

Pelaku pornografi lainnya yang juga telah ditetapkan tersangka oleh polisi, masing-masing berinisial AD, yakni lawan jenis pasangan AS, dan AM, tersangka yang merekam tindakan asusila AS dan AD di ruang tunggu Dinas Pelayanan dan Perizinan Pemkab Pamekasan.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Antara lain, bukti rekaman video dan bukti rekaman kamera pengintai di kantor Dinas Pelayanan dan Perizinan Terpadu Pemkab Pamekasan.

“Kasus pornografi dan porno aksi yang dilakukan AS dan AD itu pada 5 Juli 2017 di Kantor Pemkab timur, yakni di ruang tunggu Kantor Dinas Pelayanan dan Perizinan Terpadu” kata kapolres lagi.

Kasus ini dilaporkan ke polisi oleh salah seorang tokoh ulama Pamekasan karena rekaman video keduanya beredar luas melalui jejaring sosial Whatshapp (WA) dan meresahkan masyarakat.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 10 Junto Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Ancamannya paling lama 10 tahun penjara atau pidana denda sebesar Rp5 miliar.

“Penetapan tersangka AS ini, setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dan telah memiliki bukti cukup untuk ditetapkan sebagai tersangka,” imbuhnya. (HA)

SUMBERAntara
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

gunung agung

BNPB: Jangan Sebarkan Hoax Letusan Gunung Agung

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meminta masyarakat agar tidak menyebarkan berita palsu atau hoax...

Rekonstruksi Kasus Perkelahian ala “Gladiator” Hadirkan Empat Tersangka Anak

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Satreskrim Polresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat, melakukan rekonstruksi kasus perkelahian pelajar ala "gladiator" dengan menghadirkan empat dari lima tersangka anak...
Jendral Gatot dan Purnawirawan

Kapuspen TNI: Pernyataan Panglima Bukan Konsumsi Publik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, menegaskan, pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo soal adanya institusi yang memesan...
pcc

IAI Bantah Penahanan Apoteker Terkait PCC

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) membantah bahwa penahanan apoteker di Kendari, Sulawesi Tenggara, terkait dengan kasus peredaran penyalahgunaan tablet...
Jazuli Juwaini

Politisi PKS: Ulama dan Umat Islam Adalah Penjaga Pancasila dan NKRI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan bahwa ulama dan umat Islam selama ini telah berperan penting...

Risma Target 700 Tanah Pemkot Tersertifikasi Tahun Ini

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menarget sertifikasi 700 tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2017. Dari jumlah itu, 230 sertifikat...