Petrokimia Bentuk Tim Tangani Laporan Pupuk Palsu

0
68
Petrokimia
Gedung PT Petrokimia Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SERUJI.CO.ID – Petrokimia Gresik membentuk tim untuk menangani laporan pupuk palsu, tujuannya mengantisipasi beredarnya pupuk palsu memasuki musim tanam Oktober 2017-Maret 2018.

“Secara internal, kami telah membentuk tim yang bertugas menangani berbagai laporan dari berbagai sumber, dengan disertai bukti yang kuat, terkait peredaran pupuk tiruan atau palsu,” kata Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono di Gresik, Jumat (8/12).

Tim ini, kata Yusuf, melakukan koordinasi secara intensif dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Loading...

Oleh karena itu, Yusuf mengimbau petani untuk mewaspadai banyaknya pupuk tiruan maupun palsu yang beredar di berbagai daerah.

Pupuk tiruan atau palsu ini, katanya, kemasannya menyerupai merek terdaftar milik Petrokimia Gresik, baik kemiripan secara keseluruhan maupun persamaan pada pokoknya.

Yusuf menyampaikan, Petrokimia Gresik merupakan produsen pupuk anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) yang memiliki hak eksklusif atas merek dagang pupuk bersubsidi.

Merek dagang tersebut, antara lain adalah Pupuk NPK Phonska, Pupuk Super Fosfat SP-36, Pupuk Organik Petroganik, pupuk ZA berlogo PG, dan pupuk Urea berlogo PT Pupuk Indonesia (Persero).

Selain itu, Petrokimia Gresik juga memegang sejumlah merek dagang pupuk komersil atau non-subsidi, di antaranya adalah pupuk NPK Kebomas, NPK Phonska Plus, Kalium Sulfat ZK, Diamonium Fosfat DAP, Kalium Klorida KCL, dan sejumlah produk pupuk lainnya.

“Merek ini telah sah terdaftar dalam Daftar Umum Merek pada Direktorat Merek, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Penggunaan merek dagang tersebut tanpa hak atau izin merupakan pelanggaran terhadap hak atas merek berdasarkan UU No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geogafis,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, memperingatkan kepada pihak yang telah memproduksi atau memperdagangkan pupuk yang telah melanggar hak-hak perusahaan untuk segera menghentikan atau menarik dari peredaran.

Selain itu, memusnahkan seluruh pupuk tiruan untuk menghindari tuntutan hukum, baik secara pidana maupun perdata.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama