Penegakan Perda Pasar Tradisional Tak Maksimal, Disperindag Disorot Kinerjanya

0
66
Ketua Komisi B DPRD Jatim Achmad Firdaus.

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kembali komisi B DPRD Jatim mengkritisi kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Jatim. Setelah masuknya buah import ke Jatim yang begitu bebas, kini keberadaan pasar modern yang menjamur di Jatim.

“Pasar tradisional di Jatim akan terkikis karena menjamurnya pasar modern. Disperindag Jatim tampaknya kurang maksimal dalam penegakan Perda No 3/2008 tentang perlindungan pasar Tradisional di Jatim,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Jatim, Achmad Firdaus saat ditemui di kantornya, Selasa (14/11).

Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan, pihaknya minta agar Disperindag Jatim menegakkan secara maksimal perda tersebut. ”Jangan dijadikan sebagai macan ompong saja,” ujarnya.

Sementara itu, terpisah, Kadisperindag Jatim Mohammad Ardi Prasetyawan mengatakan pihaknya hanya bisa memberikan rekomendasi pendirian pasar tradisional.

”Semua adalah kewenangan dari pemerintah kabupaten/kota,”cjelas mantan staf khusus Gubernur Jatim ini.

Mantan Sekdakota Mojokerto ini membantah kalau Perda No 3/2008 sebagai perda yang ompong atau mandul.

”Tak mandul karena kewenangan sepenuhnya itu ada di daerah. Kami hanya memberikan rekomendasi saja pendiriannya,” tandasnya. (Setya/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU