Pemprov Akan Bangun Bandara di Semua Wilayah Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menargetkan jumlah wisatawan asing (wisman) yang berkunjung ke wilayahnya mencapai 1 juta orang. Sepanjang 2017 ini, jumlah wisman yang berkunjung ke Jatim baru mencapai 600 ribu orang.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, telah memproyeksikan membangun bandara di semua wilayah di Jatim, mulai dari utara, selatan, timur dan barat. Dengan banyaknya bandara itu diharapkan memberi kemudahan akses untuk wisman, sehingga bisa menggerakkan dunia pariwisata.

“Sehingga, bandara ini juga untuk menopang industri pariwisata di Jatim, melalui wisman yang berkunjung ke Jatim,” kata Gus Ipul, saat menghadiri acara Pelantikan dan Pengukuhan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DPD Jatim periode 2016-2022 di Surabaya, Selasa (5/12).

Gus Ipul menyebut saat ini Jatim memiliki lima bandara yang tersebar di sejumlah daerah. Antara lain Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Bandara Trunojoyo di Sumenep, Madura, Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Bandara Abdurrahman Saleh di Malang, dan Bandara Notohadinegoro di Jember. Sejumlah daerah kepulauan di Jatim juga akan dibangun bandara, seperti Bandara Trunojoyo di Pulau Kangean, Sumenep, Madura, dan Bandara Harun Tohir di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

“Kami saat ini juga berencana membangun bandara di Kediri. Jadi, 2019 nanti semua wilayah di Jatim akan punya bandara,” katanya.

Menurut Gus Ipul, industri pariwisata di Jatim harus ditingkatkan. Sebab, kata dia, dari Rp 1.800 triliun produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim, sekitar Rp 150 triliun disumbang dari sektor pariwisata.

“Saat ini wisman lebih banyak berkunjung ke Gunung Bromo. Padahal Jatim punya banyak destinasi wisata, misalnya pantai di Banyuwangi, Malang, dan Sumenep,” ujarnya. (Amal/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER