Pemkot Surabaya Pulangkan 81 Penyandang Masalah Sosial ke Daerah Asalnya

0
26
Tri Rismaharini
Tri Rismaharini (Foto: Istimewa)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memulangkan sekitar 81 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ditampung di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) ke daerah asalnya.

“Surabaya ini dikontrol terus, jadi tolong jangan kembali, jika tidak ada yang dikerjakan,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di halaman Taman Surya, Surabaya, Senin (9/10).

Adapun 81 PMKS itu meliputi 56 penderita psikotik dan 25 gelandangan/pengemis (Gepeng). Mereka diizinkan pulang setelah dinyatakan sembuh oleh tim dokter spesialis jiwa.

Tri Rismaharini di sela-sela sambutannya berpesan kepada penyandang PMKS, agar tidak kembali ke Surabaya dan setelah tiba di daerah asalnya diharapkan mendapat pekerjaan yang layak.

PMKS yang dipulangkan hari ini, lanjut Risma bukan berasal dari Surabaya. Mereka yang dipulangkan asal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi, NTT (Flores Timur) dan DIY.

“Selama perjalanan mereka didampingi satu dokter, tujuh anggota Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan dua orang perwakilan dari dinas sosial,” ujarnya.

Menurut Risma proses pemulangan PMKS, terlebih dahulu sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar mau menampung dan merawat PMKS setibanya di kota masing-masing. Baginya, koordinasi ini penting dilakukan agar nasib para PMKS tidak terlantar melainkan sudah memiliki wadah yang jelas.

“Saya sudah meminta bantuan sekaligus menjelaskan kepada kepala daerah dan gubernur setempat bahwa sudah bertahun-tahun warganya ditampung di Liponsos Keputih Surabaya dan sudah dinyatakan sembuh oleh tim dokter,” kata Risma.

Selain itu, kata Risma pemulangan PMKS ini dilakukan karena ruangan yang ada di Liponsos Keputih sudah tidak cukup.

“Dalam sehari pasien PMKS selalu bertambah satu sampai tiga orang, kan lama-kelamaan tidak cukup ruangannya, kalaupun diperlebar gedungnya juga sulit untuk merawat dan mengawasinya,” katanya.

Wali kota mengatakan ketika hendak memulangkan PMKS, banyak daerah yang mengatakan kami tidak manusiawi. Padahal menurut wali kota setiap hari kami beri makan, bahkan jauh dari orang normal, lalu diberi obat, tim dokter rutin datang tiap hari dan memberi pakaian layak.

Alasan lain, pemda dan pihak keluarga tidak ingin menerima mereka karena menganggap penderita PMKS adalah beban.

“Mereka itu manusia, siapa yang mau jadi gila, bisa saja kami lempar keluar, tetapi kami tidak mau karena mereka juga sama seperti kita. Mereka bukan barang yang bisa dilempar-lempar begitu saja,” ujarnya.

Pemulangan PMKS bulan ini, Pemkot menyediakan 11 mobil dengan rute Jawa Timur dan dua bus rute Jawa Tengah dan Jawa Barat sedangkan yang berada di luar Jawa menggunakan moda transportasi kapal laut dan pesawat. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Lawutung

Eksotis, Danau Lawutung Masih Menyimpan Mistis

SUMBA, SERUJI.CO.ID - Danau Lawutung yang terletak di desa Kadahang kecamatan Hahar, kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu danau yang berada...

KNPI NTT Minta Novanto Kooperatif Hadapai Proses Hukum

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Kasus Korupsi KTP-el yang menimpa Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, jadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...
Pembagian kartu e-tol

Dibuka Awal 2018, Tol Soker Hanya Layani Transaksi Non Tunai

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tol Solo-Kertosono (Soker) mulai dioperasikan pada Januari 2018. Sistem pembayaran tol sepenuhnya akan dilakukan secara nontunai atau menggunakan kartu e-toll. Pembayaran dengan...

KANAL WARGA TERBARU

1

Suami yang Bertanggungjawab

Suami yang Bertanggungjawab Sore itu, saya sedang nemeni anak bermain sambil baca-baca SERUJI . Terdengar suara motor memasuki halaman rumah, sesaat kemudian  seorang bapak-bapak  bicara...
20171119_103818

Empat Cara Mengenali Seseorang dari Akun Sosial Media Miliknya

1. Cara penulisan kata2 2. Cara berkomunikasi dengan orang lain (bahasa) 3. Perilaku bersosmed. Apa aja yg diupload. Membaca eksistensi dan pengakuan yg diharapkan dan diperoleh. 4....
Posyandu

Masuk 10 Besar Kabupaten, Posyandu Dewi Asih Jalani Penilaian Lomba

KLATEN, SERUJI.CO.ID - Posyandu Dewi Asih, Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Rabu (25/10), menjalani penilaian lomba Posyandu tingkat Kabupaten. Tim penilai bukan hanya...