Pekan Depan Dishub Akan Pasang Stiker Angkutan Online di Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur akan memasang stiker pada angkutan di wilayahnya pekan depan. Ini dilakukan untuk membedakan antara angkutan online dengan konvensional.

“Saat ini kami tengah mematangkan penggunaan stiker itu. Dalam waktu dekat sudah dipasang. Insya Allah seminggu lagi sudah jadi,” kata Kepala Dishub Jatim, Wahid Wahyudi, saat dikonfirmasi SERUJI, Selasa (7/11).

Kata Wahid, stiker itu tidak hanya untuk membedakan angkutan online dengan konvensional. Stiker tersebut juga untuk menunjukkan wilayah operasi angkutan online.

“Misalnya taksi online ini nantinya beroperasi di wilayah Gerbangkertosusila. Mereka boleh menurunkan ataupun menaikkan penumpang di daerah itu,” katanya.

Kendati demikian, kata Wahid, angkutan online bisa menurunkan penumpang, tapi tak bisa menaikkan penumpang di luar wilayahnya. Misal, angkutan online dari Malang boleh menurunkan penumpang di Surabaya, tetapi tak bisa menaikkan penumpang di wilayah Surabaya.

“Jadi, angkutan online dari luar wilayahnya hanya bisa menurunkan, tidak bisa menaikkan di luar area wilayahnya,” katanya.

Kata Wahid, semua stiker pada trayek angkutan online akan berwarna sama. Namun, nantinya masing-masing trayek di daerah akan ditandai dengan kode atau nama area.

“Nanti akan ada tulisan nama wilayahnya. Misalnya angkutan online yang izin di Gerbangkertosusila, di-stikernya akan tertulis Gerbangkertosusila,” ujarnya.

Pemasangan stiker itu tertuang pada pasal 27 ayat (1) dalam Permenhub nomor 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek alias taksi online. Pada pasal itu, stiker berbentuk bulat berdiameter 15 sentimeter akan dipasang di kaca depan kanan atas dan kaca belakang.

Dalam stiker itu akan bertuliskan informasi, yakni wilayah operasi, tahun penerbitan kartu pengawasan, nama badan hukum, dan disertai latar belakang logo Perhubungan.

“Stiker ini dipasang di bagian depan dan belakang,” pungkasnya. (Amal/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER