Padhang Mbulan: Jangan Memilih Pemimpin yang Meminta Kekuasaan

1
194

JOMBANG – Apabila niat menjadi pemimpin berorientasi politik untuk kepentingan individu atau dinasti, maka akan merusak. Apalagi meminta kekuasaan. Seharusnya orientasinya adalah iman dan ilmu. Itulah kajian sejarah tentang kepemimpinan dalam Majelis Maiyah Padhangmbulan, di Jombang, Minggu (12/2), yang disampaikan Cak Fuad, Cak Nun, dan Kiai Muzzamil.

Lebih jauh, Cak Fuad menjelaskan, menurut sejarawan, bisa dibedakan beberapa tipe orientasi tokoh berkaitan dengan kepemimpinan politik.

Yang pertama, yang tidak punya orientasi politik, tapi lebih kuat orientasi iman dan ilmu, juga tidak buta politik. Contohnya Ali bin Abi Thalib. Meskipun beliau tahu bahwa Rasul pernah mengisyaratkan bahwa dialah pemimpin masa depan dan beliau memiliki semua persyaratan untuk menjadi pemimpin, tapi Ali tetap mendukung kepemimpinan Abu Bakar, Umar, dan Usman. Setelah Usman diberontak dan dibunuh, Ali diangkat sebagai khalifah oleh kedua kubu, yaitu kubu pemberontak dan kubu pendukung Usman.

Kedua,  punya orientasi politik tapi untuk kepentingan umat atau rakyat. Contohnya adalah tiga khalifah sebelum Ali. Mereka menjadi khalifah karena dipilih, bukan atas keinginan sendiri. Orientasi mereka kemaslahatan dan kepentingan umat. Dan yang ketiga, berorientasi politik untuk kepentingan individu atau dinasti. Contohnya kebanyakan khalifah sesudah Khulafaur Rasyidin.

“Orientasi ketiga inilah yang merusak, dan sangat dominan di masa sekarang. Meski dalam di dalam Al-Quran ada kasus Nabi Yusuf yang “meminta” jabatan sebagai “menteri ekuin”. Menjadi “menteri ekuin” itu bukan ambisi atau atas keinginan pribadi Yusuf, tapi atas perintah Allah untuk mengatasi krisis yang terjadi Mesir, ”tambahnya.

Nabi Yusuf tahu benar bahwa ekonomi Mesir benar-benar dalam keadaan yang sangat gawat, yang tidak bisa ditangani kecuali oleh orang yang benar-benar kuat dan terpercaya. Maka demi kepentingan negara dan rakyat dan atas isyarat dari Allah, Yusuf mengajukan dirinya.

“Jika dihubungkan dengan tiga orientasi di awal, Yusuf jelas bukan yang ketiga. Bisa yang pertama atau kedua. Mencalonkan diri sebagai presiden dan lain-lain karena prosedur demokrasi modern, bisa saja ditempuh dan mudah-mudahan tidak berdosa dengan syarat orientasinya adalah yang kedua (benar-benar untuk kepentingan ummat/rakyat),” tegas Cak Fuad. (Imam)

Foto : Hari/SERUJI

 

Komentar

BACA JUGA
Hi-Tech jadi Pusat Kesenian

Hi-Tech Mall Akan Dijadikan Pusat Kesenian, Pemkot Tetap Beri Kesempatan Pedagang IT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya optimis bisa menjadikan gedung Hi-Tech Mall, di jalan Kusuma Bangsa, sebagai pusat kesenian, tanpa menghilangkan ratusan pedagang IT...
Balok grider ambruk

Maraknya Kecelakaan Konstruksi, Fahira: Membangun Jangan Asal Cepat Diresmikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris menyoroti maraknya kecelakaan konstruksi belakangan ini, apalagi selain menimbulkan korban jiwa dan merugikan publik juga...
ustadz abdul somad

Ustadz Abdul Somad Resmikan Gerai 212 di Dumai

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Ustadz Abdul Somad meresmikan gerai 212 Mart di Jalan Merdeka Kota Dumai, yang merupakan unit usaha pertama dengan keanggotaan koperasi 380 orang...

Habib Rizieq Batal Pulang, Ustadz Bachtiar Nasir: Khawatir Keamanan Indonesia Kacau

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengurungkan kepulangannya ke Indonesia diketahui khawatir dengan kondisi keamanan Indonesia yang kacau....
Agus Hermanto

DPR: MD3 Sah Meskipun Presiden Tidak teken

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan Perubahan Kedua Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) tetap...
loading...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...
images (1)

Garis 6: Tujuan Hidup

Apa tujuan hidup? Jadi pejabat? Jadi orang terkenal? Jadi orang kaya? Itu bukan tujuan hidup, karena pejabat bisa mati, orang terkenal pun tak selamanya...