Mensos Libatkan Bank BUMN Bantu Korban Bencana Pacitan

0
84
Banjir Pacitan
Banjir melanda sebuah desa di Pacitan, Selasa (28/11/2017).

PACITAN, SERUJI.CO.ID – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melibatkan sejumlah bank BUMN seperti Bank Mandiri dan BNI untuk menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) guna membantu percepatan pemulihan dampak pascabencana di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Simbolis penyerahan bantuan dilakukan bersamaan dengan digelarnya Doa bersama dan Hari Kesetiakawanan Sosial serta Peringati Hari Kesukarelawanan Internasional bencana banjir dan tanah longsor di pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (7/12) malam.

Bank Mandiri, misalnya, menyerahkan bantuan dana CSR sebesar Rp 3,2 miliar yang rencananya dialokasikan untuk pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil tangki air, pembangunan rumah serta bantuan untuk pondok pesantren.

Begitu juga dengan penyerahan simbolis hak sipil untuk masyarakat yang terdampak bencana dari Yayasan Pondok Kasih dan diserahkan langsung kepada Bupati Pacitan Indartato.

Pada kesempatan itu, Khofifah Indar Parawansa juga menyerahkan bantuan sosial kepada 13 ahli waris korban bencana alam dan masing- masing sejumlah Rp 15 juta bersama paket sembako.

Selain itu, penyerahan simbolis mobil truk penanggulangan bencana untuk Pacitan, bantuan ait bersih untuk Desa Ngadirejan Kecamatan Pringkuku dan Desa Kalipelus Kecamatan Tulakan masing- masing senilai Rp 50 juta.

Tak hanya itu saja, Khofifah juga menyerahkan mobil dapur umum lapangan untuk MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Centrer) kepada Budi Setiawan, perwakilan dari MDMC.

“Varian-varian yang kita support itu sudah bisa disimpulkan jelas bahwa ada kebersamaan kami untuk memotifasi dan membangun bagi masyarakat Pacitan, khususnya yang terdampak bencana alam,” kata Khofifah usai menyerahkan batuan para ahli waris.

Khofifah mengatakan, sebelumnya sudah bertemu langsung dengan para korban maupun keluarga korban bencana di Desa Mlati, Kecamatan Arjosari.

Di sana, para korban minta relokasi dan salah satu kepala desa menyapaikan ke saya.

“Bahwa ada tanah Desa bisa dibangun relokasi. Berarti ini murni daerah tinggal sharing budget antara Pemkab dengan Pemprov serta pemerintah pusat untuk bisa menyiapkan rekuntruksi tangap darurat, jadi SOP nya begitu,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU