Lewat Program BBM, Madiun Anggarkan Rp 1,4 Miliar untuk Mahasiswa Berprestasi

0
31
beasiswa
Bantuan Beasiswa Mahasiswa (ilustrasi)

MADIUN, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, menganggarkan dana pendidikan Rp 1,4 miliar untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu melalui program Bantuan Beasiswa Mahasiswa (BBM).

“Program BBM ini sudah ada sejak tahun 2014. Sasaranya adalah calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang berprestasi dan berkuliah di perguruan tinggi negeri,” ujar Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota Madiun Nur Sutjiati di Madiun, Rabu (11/10).

Melalui program BBM, Pemkot Madiun akan membiayai perkuliahan calon mahasiswa yang berhak menerimanya hingga lulus sarjana.

“Adapun besaran yang diberikan adalah Rp 500 ribu per bulan untuk tiap mahasiswa. Dana bantuan ini diberikan selama delapan semester dan bisa diperpanjang sampai semester sembilan dan ke-10,” kata dia.

Nur menjelaskan program itu memang sempat dihentikan saat pengelolaan SMA beralih ke Pemprov Jawa Timur. Namun, saat ini kembali dijalankan dan bisa segera dicairkan.

“Dananya diambilkan dari PAK Tahun 2017 karena saat memasuki tahun ini ada transisi semua kegiatan diambil alih pemprov,” katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana menambahkan saat ini BBM telah mencakup 233 mahasiswa dari Kota Madiun yang tersebar di sejumlah PTN di seluruh Indonesia.

“Dari jumlah tersebut, 14 mahasiswa di antaranya telah lulus sehingga penerimanya tinggal 219 orang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan Pemkot Madiun siap untuk memberikan beasiswa kepada berapapun anak yang membutuhkan.

Hanya saja, katanya, pada kenyataannya ada beberapa hal yang membuat BBM tidak bisa dinikmati, di antaranya karena tidak semua anak berprestasi dari keluarga kurang mampu berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Selain itu, banyak calon penerima berpotensi yang memilih bekerja dan baru berkuliah saat sudah bekerja.

“Yang sering kami temui, mereka bekerja sambil kuliah di PTS di sekitar Madiun sehingga kriteria sebagai penerima BBM tidak terpenuhi,” terangnya.

Selain itu, ada calon penerima telah mengikuti program beasiswa “Bidikmisi” atau masuk PTN dengan ikatan dinas. Kondisi tersebut membuat BBM tidak dapat diberikan, sebab aturannya tidak boleh dobel bantuan beasiswa.

Untuk itu, pihaknya berharap warga Kota Madiun terus mendorong anak-anaknya berprestasi dan bisa berkuliah di PTN sehingga bisa memanfaatkan program BBM. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

KPU

3 Paslon Pilkada Madiun Penuhi Syarat Kesehatan

MADIUN, SERUJI.CO.ID - Tiga bakal pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah Kota Madiun 2018 dinyatakan memenuhi syarat kesehatan setelah melalui serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit...
Sikakap

Mentawai Dijadikan Pusat Pengembangan Perikanan Laut

SIKAKAP, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan memback up kegiatan pengembangan ekonomi Kabupaten Mentawai melalui peningkatan pengembangan perikanan laut yang dipusatkan di Pulau Sikakap,...
Rita widyasari ditahan

KPK Telusuri Perolehan Aset Rita Widyasari

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dan asal perolehan aset dalam penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Kutai Kartanegara nonaktif...

KPK Dalami Kasus Suap Mantan Ketua DPRD Malang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - KPK terus mendalami dugaan penerimaan suap dari Pemkot Malang kepada mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono yang merupakan tersangka tindak...

“Flight Pass” Pesawat F-16 Warnai Sertijab KSAU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  "Flight pass" enam pesawat tempur F-16 mewarnai serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) dari Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,...
loading...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...

Orang yang Tidak Bisa Dipercaya Selama-lamanya

Apakah kita harus terus menerus berprasangka baik dan mempercayai seseorang? Allah memberi pelajaran penting : ada orang yang tidak bisa dipercaya selamanya, karena bukti-bukti...