Lahan 2,4 Hektar Diklaim Milik PT KAI, Ini Penjelasanya

0
101
  • 2
    Shares
Sita Lahan PT KAI
Tampak saat Ratusan TNI/Polri dan Polsuska diterjunkan untuk pengamanan saat eksekusi aset lahan, Rabu (14/3/2018). (foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kasus sengketa aset lahan seluas 2,4 hektar antara PT KAI dengan CV Kurnia Jaya ternyata sempat terjadi transaksi rekening terbuka.

Manager Humas Daops 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko menceritakan awal mulanya berawal saat lahan milik PT KAI tersebut terlebih dahulu disewa PT Perhutani untuk mendirikan bangunan inspeksi IV Surabaya, sejak tahun 1974.

“Kemudian pada tahun 1978 perjanjian sewa dibatalkan dan tidak dilanjutkan oleh pihak Perhutani,” ungkap Gatut disela eksekusi Lahan di Dupak, Surabaya, Rabu (14/3).

Loading...

Sementara lanjut Gatut, pada tahun 1981 masuklah CV Kurnia Jaya menempati lahan 2,4 hektar untuk digunakan sebagai gudang. Kemudian pihak perusahaan itu mengirimkan surat permohonan mendirikan pagar pengamanan di lokasi lahan.

“Saat itu belum ada kesepakatan sewa kontrak, kemudian mulai 1984 pihak CV Kurnia Jaya menyetor uang ke PJKA melalui rekening terbuka, namun uang tersebut tidak masuk pendapatan KAI, bahkan sampai saat ini,” terangnya.

Ia mengungkapkan pembayaran lewat rekening terbuka itu hanya berlangsung sampai tahun 1994.

“Jadi memang selama itu tidak ada kesepakatan sewa kontrak secara sah, hingga akhirnya tidak melakukan pembayaran sampai sekarang,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU