KPU: Kursi Legislatif Surabaya di Pemilu 2019 Bergeser

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menyatakan pertumbuhan penduduk yang tidak merata di wilayah Kota Pahlawan membuat jumlah kursi legislatif pada pemilu 2019 bergeser di dua daerah pemilihan (dapil).

“Peta dapilnya masih sama dengan dapil pemilu 2014. Hanya saja ada pergeseran kursi legislatif,” kata Komisioner KPU Surabaya Nurul Amalia di Surabaya, Ahad (8/4).

Menurut dia, pada Pemilu 2014, dapil 1 (kecamatan Bubutan, Genteng, Gubeng, Krembangan, Simokerto dan Tegalsari) memiliki 11 kursi legislatif yang diperebutkan. Namun pada Pemilu 2019, jumlahnya akan berkurang menjadi 10 kursi.

Sementara di dapil 5 meliputi kecamatan Asemrowo, Benowo, Dukuh Kupang, Karangpilang, Lakasantri, Pakal, Sambikerep, Tandes dan Wiyung, pada pemilu 2014 yang jumlah 9 kursi, pada 2019 bertambah 1 menjadi 10 kursi.

“Dapil yang lain (2, 3 dan 4) tetap sama dengan kursi saat pemilu 2014. Jadi pergeserannya ada di dapil 1 dan 5,” katanya.

Nurul menjelaskan dalam undang-undang (UU) Pemilu yang telah direvisi, jumlah kursi DPRD kabupaten/kota memang sekarang bertambah maksimal 55 kursi, dibanding dulu maksimal hanya 50 kursi.

Hanya saja, lanjut dia, untuk wilayah Surabaya, berdasarkan data penduduk dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diserahkan ke KPU RI pada 27 November 2017, jumlah pemilih potensial memang bertambah namun masih di bawah 3 juta penduduk.

“Total jumlah pemilih 2.827.892 jiwa, masih di bawah 3 juta penduduk. Sehingga jumlah kursinya tidak bertambah. Ini mengacu pada UU Pemilu terbaru,” katanya.

Nurul mengaku, pergeseran jumlah kursi di masing-masing dapil ini, sudah di sosialisasikan ke partai politik peserta Pemilu 2019, jauh hari sebelum acara uji publik penataan dapil dilakukan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER