Kemensos Kerahkan 1.000 Tagana ke Pacitan

0
44
Tagana
Foto: Dok Kemensos

PACITAN, SERUJI.CO.ID – Kementerian Sosial mengerahkan lebih dari 1.000 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta relawan dari berbagai daerah untuk membantu warga membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran pasca banjir yang melanda Pacitan, 27-28 November.

“Kegiatan ini merupakan supporting dari teman-teman relawan dari seluruh Indonesia bahkan dari dunia Internasional, kepada situasi yang terjadi di Pacitan,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Margowiyono di Pacitan, Kamis (7/12) malam.

Ia mengatakan, keberadaan 1000 tagana dan relawan membantu warga agar bisa saling bahu membahu membersihkan lumpur, kayu-kayu dan bebatuan yang masih menumpuk di rumah-rumah korban banjir.

Para relawan juga ikut membantu menyingkirkan bangkai-bangkai binatang yang sudah mulai membusuk dan berpotensi menyebarkan penyakit.

“Tim disebar di tiga titik yang menjadi daerah terparah akibat banjir, yang pertama di Pondok Pesantren Tremas yang memiliki 15 asrama. Kemudian dua tim lainnya masing-masing di Desa Ploso Kidul dan Ploso Kalor,” katanya.

Ia berharap, supporting atau dukungan yang dilakukan para relawan dan tagana di bawah panji Kemensos bisa menjadi obat bagi warga Pacitan untuk segera pulih dan bangkit.

Sebab dengan Bhakti Sosial ini, masyarakat merasa sangat terbantu, menjadi semakin dekat dan mengenal Tagana.

“Terima kasih kepada Tagana yang sudah membantu membersihkan lumpur di halaman rumah kami,” ujar Agus Permadi (35) warga Kelurahan Ploso RT 04 RW 04 Dusun Krajan Lor, Kecamatan Pacitan.

Sebelumnya Agus mengaku tidak tahu apa itu Tagana, namun wawasanya sekarang berubah sejak kenal Tagana yang bisa membantu korban bencana seperti dia alami bersama warga Pacitan lain.

Salah satu Tagana yang ikut berpartisipasi dalam Bhakti Sosial ini adalah Tagana dari Kabupaten Kendal, dengan jiwa Tagana mereka rela meninggalkan keluarga untuk membantu sesama.

“Kami datang ke sini untuk misi kemanusiaan untuk membantu sesama yang membutuhkan,” ujar Koordinator Tagana dari Kabupaten Kendal Dadang Purwoto.

Seolah tak kenal lelah, Tagana dari Kabupaten Kendal itu baru tiba pukul 09.00 WIB langsung ke lapangan untuk bergabung dengan Tagana yang lain membantu membersihkan lumpur di rumah warga.

“Kami berangkat dari Kendal pukul delapan malam (6/12) dan tiba di Pacitan pukul sembilan pagi (7/12), kami langsung bekerja karena kami adalah Tagana,” pungkasnya. (Ant/SU03)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...