Imigrasi Kediri Deportasi Warga China

0
30
deportasi
Ilustrasi deportasi

KEDIRI, SERUJI.CO.ID – Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Jawa Timur, mendeportasi seorang warga China yang tinggal di Kabupaten Kediri karena permasalahan izin tinggal yang sudah melebihi ketentuan.

“Yang bersangkutan sudah datang sejak Oktober 2017 lalu dan izin tinggalnya 30 hari sudah lewat. Ia saat pertama kali datang juga belum mengurusnya,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kediri Rakha Sukma Purnama di Kediri, Kamis (9/11).

Ia mengatakan warga asing itu merupakan laki-laki asal China. Ia rencananya akan bekerja di sebuah perusahaan di Kabupaten Kediri menjadi manajer keuangan. Yang bersangkutan sebenarnya mempunyai visa, tetapi tidak mengurus izin tinggal hingga lebih dari 30 hari.

“Ada ketentuan waktu 30 hari mengurus kartu izin tinggal terbatas (Kitas), dan jika lebih dari 30 hari belum lapor otomatis visa gugur. Imigrasi menilai yang bersangktuan izin tinggalnya habis, padahal jika mengurus izin tinggal bisa enam bulan atau satu tahun tergantung pekerjaan dia,” katanya.

Ia juga sudah memeriksa yang bersangkutan dan pada Kamis pagi ini mendeportasi pria yang berusia sekitar 30 tahun tersebut. Yang bersangkutan tidak diizinkan masuk ke Indonesia hingga melengkapi berkas yang sesuai dengan ketentuan di Indonesia.

Ia juga mengatakan pada 2017 ada 13 orang yang sudah dideportasi, yang sudah melebihi izin tinggal ada 18 orang. Selain itu, terdapat empat orang yang harus diproses terlebih dahulu karena projustisia.

Untuk yang empat terkena projustisia tersebut, Rakha mengatakan mereka telah melanggar ketentuan dengan tidak memiliki dokumen. Warga asing yang terkena projustisia tersebut juga baru tahun ini, sebelumnya belum ditemukan kasus.

Warga asing itu, kata dia, berasal dari berbagai negara, seperti China, Korea Selatan, Timor Leste, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Yaman. Mereka mayoritas saat berkunjung ke Indonesia izinnya bekerja.

Jumlah warga asing di wilayah Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Jawa Timur, hingga kini mencapai ribuan orang. Mereka tersebar di wilayah kantor itu, yaitu di Kabupaten/Kota Kediri, Jombang, dan Nganjuk.

Untuk yang bekerja mayoritas banyak di Kabupaten Jombang, sedangkan di wilayah Kediri didominasi pelajar ataupun santri. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Pemerintah Batalkan Rencana Penunjukan Plt Gubernur dari Polri

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah telah membatalkan rencana penunjukan pelaksana tugas, atau disingkat plt gubernur dari Polri, yang sedianya akan mengisi kekosongan kepemimpinan di dua daerah...
Zakat ASN 2,5%

Presiden Tidak Akan Tandatangani UU MD3

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi tidak akan menandatangani revisi Undang-Undang No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, atau dikenal UU MD3 yang...
pistol, senjata api

Balik Melawan, Polrestro Jakbar Tembak Mati Perampok Bersenjata

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Petugas Polres Metro Jakarta Barat menembak mati perampok bersenjata api, Hendri, lantaran berusaha melawan anggota usai dilakukan penangkapan. "Petugas mengambil tindakan tegas dan...
luhut binsar panjaitan

Luhut: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tetap Berlanjut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan meski meleset dari target awal beroperasi. Luhut menggelar...

KPU Bali Targetkan Partisipasi Pemilih Lebihi Nasional

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali menargetkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2018 di daerah itu melebihi target nasional yang ditetapkan sebesar 75,5 persen. "Kami...
loading...
Marah

Marah

Marah. Sebuah kata yang sederhana tapi punya implikasi yang besar.  Akibat marah, hubungan silaturrahim badunsanak bisa putus, dengan tetangga tidak berteguran, pejabat bisa kena...

SUARA WARGA MUHAMMADIYAH BISA JADI PENENTU PEMENANG PILGUB JATIM 2018

Suara Warga Muhammadiyah, Bisa Jadi Penentu Pemenang Pilgub Jatim 2018 By: Syaifulloh Penikmat Pendidikan Kedua calon Gubernur Jawa Timur kedua-duanya memiliki back ground dari Ormas terbesar di...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...