Imigrasi Kediri Deportasi Warga China

0
71
deportasi
Ilustrasi deportasi

KEDIRI, SERUJI.CO.ID – Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Jawa Timur, mendeportasi seorang warga China yang tinggal di Kabupaten Kediri karena permasalahan izin tinggal yang sudah melebihi ketentuan.

“Yang bersangkutan sudah datang sejak Oktober 2017 lalu dan izin tinggalnya 30 hari sudah lewat. Ia saat pertama kali datang juga belum mengurusnya,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kediri Rakha Sukma Purnama di Kediri, Kamis (9/11).

Ia mengatakan warga asing itu merupakan laki-laki asal China. Ia rencananya akan bekerja di sebuah perusahaan di Kabupaten Kediri menjadi manajer keuangan. Yang bersangkutan sebenarnya mempunyai visa, tetapi tidak mengurus izin tinggal hingga lebih dari 30 hari.

“Ada ketentuan waktu 30 hari mengurus kartu izin tinggal terbatas (Kitas), dan jika lebih dari 30 hari belum lapor otomatis visa gugur. Imigrasi menilai yang bersangktuan izin tinggalnya habis, padahal jika mengurus izin tinggal bisa enam bulan atau satu tahun tergantung pekerjaan dia,” katanya.

Ia juga sudah memeriksa yang bersangkutan dan pada Kamis pagi ini mendeportasi pria yang berusia sekitar 30 tahun tersebut. Yang bersangkutan tidak diizinkan masuk ke Indonesia hingga melengkapi berkas yang sesuai dengan ketentuan di Indonesia.

Ia juga mengatakan pada 2017 ada 13 orang yang sudah dideportasi, yang sudah melebihi izin tinggal ada 18 orang. Selain itu, terdapat empat orang yang harus diproses terlebih dahulu karena projustisia.

Untuk yang empat terkena projustisia tersebut, Rakha mengatakan mereka telah melanggar ketentuan dengan tidak memiliki dokumen. Warga asing yang terkena projustisia tersebut juga baru tahun ini, sebelumnya belum ditemukan kasus.

Warga asing itu, kata dia, berasal dari berbagai negara, seperti China, Korea Selatan, Timor Leste, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Yaman. Mereka mayoritas saat berkunjung ke Indonesia izinnya bekerja.

Jumlah warga asing di wilayah Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Jawa Timur, hingga kini mencapai ribuan orang. Mereka tersebar di wilayah kantor itu, yaitu di Kabupaten/Kota Kediri, Jombang, dan Nganjuk.

Untuk yang bekerja mayoritas banyak di Kabupaten Jombang, sedangkan di wilayah Kediri didominasi pelajar ataupun santri. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU