Imigrasi Kediri Deportasi Warga China

0
21
deportasi
Ilustrasi deportasi

KEDIRI, SERUJI.CO.ID – Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Jawa Timur, mendeportasi seorang warga China yang tinggal di Kabupaten Kediri karena permasalahan izin tinggal yang sudah melebihi ketentuan.

“Yang bersangkutan sudah datang sejak Oktober 2017 lalu dan izin tinggalnya 30 hari sudah lewat. Ia saat pertama kali datang juga belum mengurusnya,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kediri Rakha Sukma Purnama di Kediri, Kamis (9/11).

Ia mengatakan warga asing itu merupakan laki-laki asal China. Ia rencananya akan bekerja di sebuah perusahaan di Kabupaten Kediri menjadi manajer keuangan. Yang bersangkutan sebenarnya mempunyai visa, tetapi tidak mengurus izin tinggal hingga lebih dari 30 hari.

“Ada ketentuan waktu 30 hari mengurus kartu izin tinggal terbatas (Kitas), dan jika lebih dari 30 hari belum lapor otomatis visa gugur. Imigrasi menilai yang bersangktuan izin tinggalnya habis, padahal jika mengurus izin tinggal bisa enam bulan atau satu tahun tergantung pekerjaan dia,” katanya.

Ia juga sudah memeriksa yang bersangkutan dan pada Kamis pagi ini mendeportasi pria yang berusia sekitar 30 tahun tersebut. Yang bersangkutan tidak diizinkan masuk ke Indonesia hingga melengkapi berkas yang sesuai dengan ketentuan di Indonesia.

Ia juga mengatakan pada 2017 ada 13 orang yang sudah dideportasi, yang sudah melebihi izin tinggal ada 18 orang. Selain itu, terdapat empat orang yang harus diproses terlebih dahulu karena projustisia.

Untuk yang empat terkena projustisia tersebut, Rakha mengatakan mereka telah melanggar ketentuan dengan tidak memiliki dokumen. Warga asing yang terkena projustisia tersebut juga baru tahun ini, sebelumnya belum ditemukan kasus.

Warga asing itu, kata dia, berasal dari berbagai negara, seperti China, Korea Selatan, Timor Leste, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Yaman. Mereka mayoritas saat berkunjung ke Indonesia izinnya bekerja.

Jumlah warga asing di wilayah Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Jawa Timur, hingga kini mencapai ribuan orang. Mereka tersebar di wilayah kantor itu, yaitu di Kabupaten/Kota Kediri, Jombang, dan Nganjuk.

Untuk yang bekerja mayoritas banyak di Kabupaten Jombang, sedangkan di wilayah Kediri didominasi pelajar ataupun santri. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Toba

KemenPURR Anggarkan Rp 800 Miliar untuk Danau Toba dan Pulau Samosir

DELI SERDANG, SERUJI.CO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp 800 miliar hingga 2019 untuk membangun jalan menuju Danau Toba dan Pulau...
Besiktas - 2017

Besiktas Masuk ke Putaran 16 Besar Liga Champions Untuk Pertama Kalinya

ISTANBUL, SERUJI.CO.ID -  Juara Turki Besiktas mencapai putaran 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya ketika mereka bangkit dan bermain imbang 1-1 dengan tamunya Porto,...
Kapuspenkum Kejagung M Rum

Kejagung: Pembobol Kredit Bank Mandiri Segera Disidangkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kejaksaan Agung menyatakan tersangka pembobolan kredit PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 201,098 miliar, MS alias HP atau Aping dan EWL, segera...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...