FKUB Jatim Gelar Pertemuan Pengurus Forkugama Jatim

1
97
  • 3
    Shares
Forkugama 2017
Ketua panitia, Nadjib Hamid (berbaju putih) tengah menyampaikan sambutannya dalam Pertemuan Pengurus Forkugama Jatim 2017 di Hotel Utami, Sabtu, 4/11/2017. (Foto: SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Dalam rangka mewujudkan masyarakat toleran dan saling menghormati keberagaman, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Pertemuan Pengurus Forum Komunikasi Generasi Muda Umat Beragama (FORKUGAMA) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur tahun 2017 dengan tema “Menjadi Generasi Muda Berwawasan Kebangsaan”.

Pertemuan tersebut dilaksanakan di Hotel Utami, Juanda, Sidoarjo, mulai tanggal 4 sampai 5 November 2017.

Ketua panitia Nadjib Hamid dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini dihadiri oleh generasi muda lintas agama, antara lain, Islam yang diwakili oleh Muhammadiyah dan Nadhatul Ulama, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, Khonghu Cu dengan total peserta 90 orang dari perwakilan daerah se-Jawa Timur.

“Acara yang digelar setiap setahun sekali ini kedepan akan digelar dua kali setahun dengan konsep camp di daerah Pacet,” kata Nadjib.

Nadjib Hamid yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, menjelaskan ada lima tujuan dari kegiatan tersebut. Pertama, mewujudkan kerukunan umat beragama melalui peran pemuda.

Tujuan kedua, membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan di kalangan pemuda. Kemudian ketiga, mengembangkan wawasan multikultural bagi pemuda.

“Keempat, menumbuhkan semangat kebersamaan dan cinta tanah air, dan terakhir kelima, menyatukan visi perjuangan generasi muda Jawa Timur terhadap kerukunan umat beragama,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua FKUB Jawa Timur KH. Hamid Syarif menekankan agar para pemuda umat beragama di Jawa Timur memiliki penghayatan dan pendalaman agama yang di anut. Kemudian memiliki kesadaran bertoleransi, dan kesadaran cinta tanah air.

“Selanjutnya memahami kemandirian ekonomi. Penyiapan regenerasi untuk masa yang akan mendatang. Dan terakhir belajar dan mendalami faham agama agama yang ada di Indonesia agar saling menghormati, menghargai dalam bingkai UUD 1945 dan Ideologi Pancasila,” ujar Hamid Syarif. (SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU