Emil Tegaskan Komitmen Pimpin Trenggalek Hingga 2019

TRENGGALEK, SERUJI.CO.ID – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak menegaskan komitmennya untuk memimpin Kabupaten Trenggalek, setidaknya hingga 2019 apabila nantinya terpilih sebagai Wakil Gubernur Jatim mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam bursa Pilkada Jatim.

Dalam siaran pers Humas Pemkab Trenggalek yang diterima, Senin (27/11), Komitmen itu disampaikan Bupati Emil saat acara “Car Free Day”, Ahad (26/11) yang diikuti ratusan warga Trenggalek.

“Warga sangat menghargai sikap terbuka Bupati dalam menjelaskan keputusan politik yang diambil dalam Pilkada Jatim mendatang,” kata Kepala Bagian Protokol dan Rumah Tangga Setda Trenggalek Triadi Atmono di Trenggalek.

Dalam kesempatan itu, Emil meluruskan pandangan dan kekhawatiran masyarakat yang sempat mengira dirinya akan segera meninggalkan Trenggalek.


Emil menjelaskan, berdasar jadwal pelaksanaan pilkada hingga pelantikan, pejabat Gubernur dan Wakil Gubernur baru akan bertugas secara definitif pada 2019.

“Maka seandainya (nanti) terpilih, saya baru akan pindah tugas di tahun ke empat masa pemerintahan kami dalam mengemban amanah rakyat Trenggalek,” kata Emil.

Penjelasan Emil yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia (APKASI) itu mendapat sambutan antusias ratusan peserta “car free day”.

Masyarakat memberikan tepuk tangan yang meriah saat Emil menegaskan dirinya masih akan memimpin Trenggalek hingga 2019.

Apalagi, dalam kesempatan itu Emil juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan Trenggalek dan kawasan selatan Jatim jika nantinya harus berpindah tugas ke tingkat Provinsi.

“Ternyata pak Bupati masih sayang kita ya,” ujar salah satu ibu peserta kelompok senam pagi yang turut hadir di alun-alun.

Emil berharap penjelasan ini akan menghilangkan kecemasan masyarakat di daerah yang dipimpinnya saat ini bersama Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin.

Emil berkomitmen di hadapan masyarakat untuk menjaga integritas dalam melayani masyarakat sebaik-baiknya. (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Kasus Korupsi Jasmas, Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Ini Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, Darmawan (Aden) usai diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Jasmas senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah tersebut, Selasa (16/7) langsung ditahan penyidik Kejari Tanjung Perak.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Wow, Utang Pemerintah Kembali Naik Capai Rp4.570 Triliun, Beginilah Posturnya

Jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah pada akhir Desember 2018 yang berjumlah Rp3.995,25 triliun, utang pemerintah pusat ini mengalami kenaikan sebesar 14,39% atau sebesar Rp574,92 triliun.

Tetap Bolehkan Berswafoto, Begini Klarifikasi Garuda Soal Edaran Larangan Berfoto di Pesawat

Dalam klarifikasi tersebut juga disampaikan bahwa penumpang tetap dapat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan pribadi. "Misalnya melakukan swaphoto selama tidak mengganggu kenyamanan atau merugikan penumpang lain," jelas Rosan.

Klarifikasi Larangan Berfoto Dalam Pesawat, Garuda: Itu Edaran Internal Belum Final

Perusahaan penerbangan nasional, Garuda Indonesia mengklarifikasi beredarnya surat larangan mengambil foto di dalam kabin pesawat selama penerbangan di seluruh pesawat Garuda, yang suratnya sempat viral di media sosial.

Inilah Sebab Prabowo Digugat Mulan Jameela dan Belasan Kader Gerindra

Baru saja kalah dalam gugatan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), dan ditolak permohonannya dalam penetapan hasil Pilpres di Mahkamah Agung (MA), kali ini Calon Presiden yang juga Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto harus menghadapi gugatan dari belasan calon anggota legislatif (Caleg) yang juga kader Partainya sendiri.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

Tenggat Waktu Habis, Satgas Bentukan Kapolri Gagal Ungkap Kasus Novel Baswedan

Satuan Tugas (Satgas) untuk mengungkap dan menyelesaikan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang dibentuk Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, dinilai gagal menjalankan tugasnya hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 6 bulan setelah dilantik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Wow, Utang Pemerintah Kembali Naik Capai Rp4.570 Triliun, Beginilah Posturnya

Jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah pada akhir Desember 2018 yang berjumlah Rp3.995,25 triliun, utang pemerintah pusat ini mengalami kenaikan sebesar 14,39% atau sebesar Rp574,92 triliun.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.