Driver Online Melimpah, Kominfo Tidak Bisa Buat Aturan Bagi Aplikator

2
517
  • 6
    Shares
Kepala Bagian Hukum Dirjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo, Antonius Malau. (foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Komunikasi Dan Informatika mengaku tidak bisa menyikapi terkait melimpahnya driver online yang disebabkan aplikator masih terima mitra baru. Hal ini diungkapkkan Kepala Bagian Hukum Dirjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo, Antonius Malau, dalam Diskusi Publik di Hotel Bumi Surabaya, Senin (19/3).

“Seperti yang kami sampaikan, kami tidak bisa memberi aturan apapun terkait kuota itu, (driver online, red) karena berkaitan dengan aplikasi Informatika dan Aplikasi Sistem Elektronika sudah ada aturan di Undang-Undang IT, sebagaimana kewajiban pendaftaran dan peraturan menteri tentang data pribadi,” terangnya di Surabaya, Senin (19/3).

Antonius mengatakan sebelumnya ada usulan dari kemenhub untuk memblokir aplikasi angkutan online tersebut, namun pihaknya enggan menerima usulan itu, karena berdampak pada nasib pekerjaan driver.

“Sempat ada usulan atau solusi dari Kementerian Perhubungan, kalau untuk diblokir saja aplikasi itu, namun kami menantang balik, apakah tidak dipikir jika diblokir yang jelas sistem pelayanan mati semua, terus kerjanya driver bagaimana,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Jatim, Hitapriya Suprayitno, menambahkan transportasi online adalah bisnis angkutan umum non trayek, sehingga berkembangnya online, terlebih dilihat dari sudut pandang bisnis itu harus ekonomi kerakyatan.

Ketua MTI Jatim Hitapriya Suprayitno. (foto:Devan/SERUJI)

“Bisnis aplikasi angkutan online, juga harus berperan ekonomi kerakyatan, artinya, ketika mitra angkutan online boleh masuk, saat itu juga perusahaan perlu membuat batas kuota, bukan malah terus menerus rekruitmen driver, misalnya seharusnya menerima pendaftar sepuluh, malah terima seratus driver, itukan tidak baik, kasihan driver yang kena kuota (driver lama, red),” ujar Hitapriya.

Berkembangnya bisnis angkutan online, kata Hitapriya, yang harus dijaga yakni aturan tentang safety dan security kontrol.

“Terkait kuota yang pertama saya inginkan yakni safety dan security control ditegakkan, saya rasa hal itu perlu, namun saya juga sedang turut memikirkan solusi lainnya,” pungkasnya. (Devan/SU05)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama