DPRD Surabaya Sikapi Kekerasan Siswi SMPN 55

0
77
Kekerasan guru
Kekerasan (ilustrasi)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID –┬áKomisi D Bidang Pendidikan dan Kesra DPRD Kota Surabaya menyikapi pengaduan atas dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan seorang guru terhadap siswinya di kelas VIII SMPN 55 Surabaya.

“Kami akan melakukan komunikasi dengan kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya terkait hal ini,” kata Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana di Surabaya, Rabu (15/11).

Menurut dia, pihaknya meminta kekerasan di sekolah tidak ada lagi.

“Ada banyak cara dan tidak harus dengan kekerasan. Pembinaan terhadap guru harus dilakukan,” katanya.

Diketahui, Ayu Rahmadani, siswa kelas VIII SMPN 55 Surabaya mendapat tamparan dari gurunya hanya gara-gara berbohong karena ketahuan membawa ponsel di sekolah.

Tidak terima anaknya menjadi korban kekerasan gurunya, dan khawatir anaknya trauma pascakejadian tersebut, ayah Ayu Rahmadani, Arifin, mengadukan masalah tersebut ke Komisi D DPRD Surabaya.

Arifin menceritakan kronologis kejadian hingga anaknya menerima pukulan dari gurunya di sekolah, bermula saat jam istirahat sekolah anaknya menelponnya dan meminta untuk menjemput di sekolah karena sakit.

“Anak saya sakit, saya disuruh jemput di sekolah. Saya tunggu kok lama, ternyata ada masalah itu,” katanya.

Arifin mengaku anaknya merasa kurang sehat karena sebelumnya mengalami kecelakaan jatuh dari sepeda hingga kakinya luka dan bengkak. Namun, karena ketahuan membawa ponsel, anaknya dimarahi hingga terjadi kasus penamparan guru IPA, Ninik.

Arifin menilai pemukulan terjadi karena anaknya tidak berani terus terang membawa ponsel. Setelah guru yang bersangkutan menggeledah tas Ayu dan menemukan ponsel di dalamnya kemudian terjadi pemukulan hingga dua kali ke mulut anaknya.

“Katanya dipukul dua kali oleh gurunya,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU