DPRD Jatim Desak Diknas Jatim Gelar Nobar Film G30S/PKI di Seluruh Sekolah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi A DPRD Jatim mendesak Diknas Jatim untuk menginstruksikan seluruh sekolah di Jatim baik sekolah negeri dan swasta untuk menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI. Alasannya, untuk mengantisipasi bahaya komunisme di Jatim terlebih pada kalangan pelajar.

“Upaya ini untuk memberikan pemahaman kepada pelajar tentang bahaya komunisme,” ungkap ketua Komisi A DPRD Jatim Freddy Poernomo di kantornya, Rabu (20/9).

Politisi asal Partai Golkar ini berharap kegiatan nobar tersebut perlu ditradisikan di Jatim.

“Bahkan kami juga siap dan mendukung instruksi panglima TNI yang memerintahkan jajarannya untuk nobar film G 30 S/PKI. Jangan sekali-kali melupakan sejarah kalau PKI kejam,” terangnya.

Ditambahkan oleh Freddy, faham komunisme tak boleh hidup di Indonesia karena tak sesuai dengan ideologi Pancasila.

“Saya mengalami sendiri kekejaman PKI yang menganut faham komunisme. Ini sangat berbahaya sekali karena merasakan kekejaman PKI,” tutupnya. (Setya/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER