Dipimpin PDIP dengan 27 Kursi, Inilah Daftar Caleg Yang Akan Duduk di DPRD Jatim 2019-2024

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur telah menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019 pada Sabtu (11/5) yang lalu.

Dari hasil rekapitulasi suara terhadap 38 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Timur, untuk DPRD Provinsi Jawa Timur, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih jumlah suara terbesar dengan menempatkan 27 kadernya di kursi DPRD Jatim periode 2019-2024.

Dengan jumlah kursi tersebut, dipastikan PDI Perjuangan akan mendudukkan kadernya sebagai Ketua DPRD Jatim periode mendatang, yang sebelumnya diduduki kader PKB sebagai pemenang Pileg 2014 di Jatim dengan 20 kursi.

PKB dalam Pemilu 2019 ini, hanya mampu meraih 25 kursi, berada diurutan kedua di bawah PDI Perjuangan. Raihan kursi PKB ini naik dari Pileg 2014 yang hanya mendapat 20 kursi dari 100 kursi yang diperebutkan.

Berikut perolehan kursi berdasarkan Partai Politik untuk DPRD Jawa Timur;

1. PDI Perjuangan 27 kursi
2. PKB 25 kursi
3. Gerindra 15 kursi
4. Partai Demokrat 14 kursi
5. Partai Golkar 13 kursi
6. Partai Nasdem 9 kursi
7. PAN 6 kursi
8. PPP 5 kursi
9. PKS 4 kursi
10. Partai Hanura 1 kursi
11. PBB 1 kursi

Total jumlah 120 kursi

Berikut Daftar Lengkap Caleg dan Perolehan Suaranya di Pemilu 2019, dan Akan Menduduki Kursi DPRD Jatim;

Dapil I (Surabaya)
1. Armuji (PDIP) 136.308 suara
2. Samsul Arifin (PKB) 28.727
3. Agatha Retnosari (PDIP) 67.339 suara
4. Hadi Dediyansah (Gerindra)
5. Arif Hari Setiawan (PKS) 34.797 suara
6. Hartoyo (Demokrat) 27.068 suara
7. Blegur Prijanggono (Golkar) 29.591 suara
8. Agustin Poliana (PDIP)

Dapil II (Sidoarjo)
1. Hj Anik Maslachah (PKB) 119.652 suara
2. Kusnadi (PDIP) 50.008 suara.
3. Ahmad Amir Asichin (PKB) 47.086 suara.
4. Muhammad Khulaim (PAN) 44.189.
5. Benjamin Kristianto (Gerindra) 35.659 suara
6. Adam Rusydi (Golkar) 27.323 suara.

Dapil III (Pasuruan, Probolinggo)
1. Dra. Hj. Aida Fitriati M.Pd.I. 106.144 suara (PKB)
2. H. Anwar Sadad, M.Ag 84.803 suara (Gerindra)
3. H. Eddy Paripurna 61.090 suara (PDIP)
4. H. M. Hasan Irsyad, SH, MSi 78.826 suara (Golkar)
5. Muzamil Syafi’i, MSi 45.794 suara (Nasdem)
6. Ahmad Hilmy SAg 49.068 suara (PKB)
7. Mahdi SE SH 54.038 suara (PPP)
8. Drs. H. Kusnadi MSi 48.465 suara (Demokrat)
9. Rohani Siswanto SE 37.359 suara (Gerindra)

Dapil IV (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo)
1. Hj Ma’mulah Harun MPd 118.003 suara (PKB)
2. H Akik Zaman MPdI 65.271 suara (PKB)
3. Ubaidillah SFil.I 56.279 (PKB)
4. Pranaya Yudha Mahardhika 48.714 suara (Golkar)
5. Ahmad Hadinuddin SPdI 47.996 suara (Gerindra)
6. Hermanto SE 47.009 suara (PDIP)
7. Zeiniye SAg 45.931 (PPP)
8. Martin H SH MH 45.341 (PDIP)
9. dr Agung Mulyono 40.033 suara (Demokrat)

Dapil V (Lumajang, Jember)
1. Mohammad Fawaid 228.229 suara (Gerindra)
2. Umi Zahroh 27.094 suara (PKB)
3. Heri Putri Lestari 60.779 suara (PDIP)
4. Deni Prasetyo 36.446 suara (Nasdem)
5. Artono 46.308 suara (PKS)
6. H Satip dengan 33.475 suara (Gerindra)
7. Karimullah 37.973 suara (Golkar)
8. H Rofik 42.720 suara (PPP)
9. Lailatul Qodriyah 25.082 suara (PKB)
10. Agus Wicaksono 54.731 suara (PDIP)
11. Reno Zulkarnain 32.317 suara (Demokrat).

Dapil VI (Malang Raya)
1. Sri Untari (PDIP)
2. Hikmah Bafaqih (PKB)
3. Siadi (Golkar)
4. Aufa Zhafiri (Gerindra)
5. Sugeng P (PDIP)
6. Hj Jajuk Rendra Kresna (Nasdem)
7. Hj Khofidah (PKB)
8. Dwi Hari Cahyono (PKS)
9. Gunawan (PDIP)
10. Agus Dono Wibawanto (Demokrat)
11. Daniel Rohi (PDIP)

Dapil VII (Tulungagung, Kab/Kota Blitar)
1. Bambang Rianto 88.415 suara (Hanura)
2. Heri Romadhon 81.813 suara (PAN)
3. Ferdian Reza Alvisa 65.913 suara (Gerindra)
4. Guntur Wahono 64.235 suara (PDIP)
5. Erma Susanti 59.812 suara (PDIP)
6. Ahmad Tamim 52.829 suara (PKB)
7. Mochamad Alimin 52.397 suara (Golkar)

Dapil VIII (Kab/Kota Kediri)
1. Wara Sundari Renny Pramana 97.379 suara (PDIP)
2. H Subianto 65.365 suara (Demokrat)
3. Basuki Babussalam 50.301 suara (PAN)
4. Chusainudin 44.776 suara (PKB)
5. Heri Setiawan 28.179 suara (PDIP)
6. Sabron Djamil Pasaribu 20.924 suara (Golkar)

Dapil IX (Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Magetan, Ponorogo)
1. Bambang Juwono (89.218 suara) PDIP
2. Sri Subiati (101.432 suara) Demokrat
3. Mirza Ananta (111.748 suara) Nasdem
4. Kholiq (89.858 suara) PKB
5. Sahat Tua P Simandjutak (52.910 suara) Golkar
6. HM Noer Soetjipto (39.994 suara) Gerindra
7. Deni Wicaksono (41.535 suara) PDIP
8. Riyadh Rosyadi (31.956 suara) PKS
9. Eko Prasetyo Wahyudiarto (77.191 suara) Demokrat
10. Suyatmi Priasmoro (48.744 suara) Nasdem
11. Khusni (20.761 suara) PKB
12. Diana Amaliyah Verawatiningsih (31.032 suara) PDIP

Dapil X (Kab/Kota Mojokerto,Jombang)
1. Abdul Halim Iskandar (PKB) 106.662 suara.
2. Ahmad Athoillah (PKB) 24.303 suara.
3. SW Nugroho (PDIP) 42.983 suara
4. Gatot Supriyadi (PDIP) 41.333 suara.
5. Kuswanto (Demokrat) 40.582 suara.
6. A Sillahuddin (PPP) 53.109 suara.
7. H Suwandy (Nasdem) 33.865 suara.
8. H Hidayat (Gerindra) 27.657 suara.

Dapil XI (Nganjuk, Kab/Kota Madiun)
1. Y Ristu Nugroho (PDIP) 67.138 suara.
2. Ida Bagus Nugroho (PDIP) 61.071 suara.
3. Aisyah Lilia Agustini (PKB) 55.710 suara.
4. Imam Makruf (Gerindra) 43.752 suara.
5. Mayjen TNI (Purn) Dr Istu Hari Subagio (Golkar) 36.025 suara.
6. Bayu Airlangga (Demokrat) 37.501 suara.

Dapil XII (Bojonegoro, Tuban)

1. Khozanah Hidayati (PKB)
2. Fauzan Fuadi (PKB)
3. Go Tjong Ping (PDIP)
4. Aditya Halindra Farizdky (Golkar)
5. H Surawi (Demokrat)
6. Budiono (Gerindra)
7. Agung Supriyatno (PAN)

Dapil XIII (Gresik, Lamongan)
1. Makin Abbas (PKB)
2. Hj Ufiq Zuroida (PKB)
3. Ahmad Firdaus Fibriyanto (Gerindra)
4. Andy Firasadi (PDIP)
5. Ahmad Iwan Zunaih (Nasdem)
6. H.Samwil (Demokrat)
7. Amar Saifudin (PAN)
8. Kodrat Sunyoto (Golkar)

Dapil XIV (Madura)
1. Aliyadi 221.264 (PKB)
2. H. Mohammad Nasih Aschal, S.Pd 137.026 (Nasdem)
3. Drs. H. Achmad Iskandar, M.Si 251.959 (Demokrat)
4. Mahhud, S.Ag 178.548 (PDIP)
5. Moch Aziz, SH. 132.487 (PAN)
6. Nurfiriana, S.E. 92.855 (PKB)
7. Abdul Halim, SH.MH 142.096 (Gerindra)
8. Mohammad Ashari, S.Pd. 130.543 (NasDem)
9. Muhammad Bin Mu’afi Zaini 95.244 (Golkar)
10. Mathur Husyairi, S.Ag 79.734 (PBB)
11. Drs H.M Musyaffa’ Noer, SH, MM. 82.295 (PPP)
12. Dr. Ir., H. Zainal Abidin, MM 100.356 (Demokrat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.