Banyuwangi Gelar Pelatihan Pemuda Sinergis dengan SMK

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong anak-anak muda di desa-desa bisa mandiri dan membuka peluang usaha baru. Salah satu cara yang ditempuh pemkab adalah menggelar pelatihan ketrampilan yang bersinergi dengan sekolah kejuruan.

Seperti Selasa siang (14/2) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Genteng yang sedang berlangsung pelatihan perbengkelan. Pelatihan ini diikuti 160 pemuda yang berasal dari 16 desa dari berbagai kecamatan.

“Dengan pelatihan ini, kita ingin melahirkan pemuda-pemuda yang memiliki ketrampilan tertentu, yang bisa menjadi bekal untuk berwirausaha. Mereka yang ikut pelatihan ini adalah pemuda desa yang memang memiliki keinginan kuat untuk maju. Rata-rata mereka sudah ada kemampuan dasar, di sini kita tinggal mengasah dan menambah ketrampilan mereka,” kata Bupati Banywuangi Abdullah Azwar Anas saat membuka pelatihan perbengkelan.

Menurut Anas sinergi pelatihan dengan SMK ini sangat penting. Hal ini untuk mengintegrasikan setiap program pelatihan pemerintah dengan SMK. “Sengaja kita optimalkan dengan SMK, karena selain memiliki tenaga ahli, mereka juga terdapat fasilitas yang memadai,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, dengan digabungnya pemuda dan siswa dalam satu paket pelatihan perbengkelan ini follow-up-nya bisa terukur.  Sehingga hasil dari pelatihan ini lebih optimal begitu juga dengan ketepatan sasarannya juga terukur.

“Pelajar SMK dan pemuda mereka bisa saling berbagi pengalaman. Siswa yang selama ini banyak ilmu, bisa sharing dengan pemuda desa yang menemui banyak kasus karena praktek langsung di bengkelnya. Banyak manfaatnya,” kata Anas.

Selain perbengkelan, pemkab juga akan melibatkan jurusan lain di sejumlah SMK untuk sinergis pelatihan ini. Seperti pelatihan batik digelar di SMK yang memiliki jurusan batik, pelatihan agen travel digelar di SMK jurusan pariwisata. Begitu juga pelatihan kuliner akan melibatkan jurusan tata boga.

“Tahun ini kita ada sekitar 600 pelatihan, yang nantinya tetap akan kita sinergikan dengan jurusan SMK yang tersedia. Targetnya, anak-anak desa yang memiliki ketrampilan dasar tapi belum terasah akan kami integrasikan dengan siswa-siswa SMK. Tujuan akhirnya, tak lain membentuk jiwa wirausaha yang mandiri,” kata Anas.

Pelatihan perbengkelan yang digelar di SMK Muhammadiyah 2 Genteng ini tergolong istimewa. Selain dibimbing instruktur handal dari SMK dan praktisi, bengkel SMK yang jadi laboratorium untuk pelatihan ini sangat lengkap. Mulai dari bengkel mobil yang standartnya  seperti bengkel dealer. Serta telah bekerja sama dengan ASCO Daihatsu dan  PT Astra Honda Motor (AHM).

Salah satu peserta, Fandi Siswanto (21). Pemuda asal Wongsorejo ini merasa senang bisa mengikuti pelatihan ini. Selama ini dia hanya tahu ilmu perbengkelan dari bengkel tempatnya bekerja. “Dengan ikut pelatihan ini, bisa lebih banyak tahu ilmu permesinan dan perbengkelan. Dan ini pun gratis, bagi saya ini benar-benar menyenangkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Wawan Yadmadi, menambahkan, para pemuda ini akan mengikuti pelatihan selama lima hari 14 – 18 Februari 2017. Selain diikuti oleh pemuda desa, pelatihan ini juga diikuti pelajar SMA/SMK yang memang tertarik untuk menekuni masalah perbengkelan.

“Desa asal pemuda yang mengikuti pelatihan ini juga tidak asal pilih. Namun kami pilih mereka yang berasal dari desa yang tingkat kemiskinannya agak tinggi,” jelas Wawan.

Pelatihan ini, lanjut dia, melibatkan 32 instruktur ahli perbengkelan dari desa dan sekolah kejuruan kualifikasi. “Usai pelatihan, mereka tak hanya sekedar mengerti ilmu perbengkelan, tapi juga akan diberi sertifikat tanda lulus pelatihan. Dan ini bisa dijadikan sebagai modal dasar mencari pekerjaan di bindang perbengkelan,” kata Wawan.

Diaktakan Wawan, tahun 2017 ini menganggarkan Rp 1,8 miliar untuk melatih dan membekali pemuda desa untuk mandiri. Di antaranya, pelatihan las, elektro, kerajinan, sablon, anyaman bambu. Lokasinya disesuaikan dengan kualifikasi SMK.

“Sasaran kita adalah anak-anak muda yang tidak bisa mengenyam pendidikan formal. Mereka kita latih agar bisa mandiri,” pungkas Wawan.

EDITOR : Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.