318 Kasus Difteri Sepanjang 2017 di Jatim

0
58
difteri
Ilustrasi Difteri

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Jumlah kasus Difteri di Jawa Timur sepanjang 2017 sebanyak 318 kasus, dan 12 anak meninggal dunia. Jumlah itu menurun dari tahun 2016, sebanyak 352 kasus dengan 7 meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Kohar Hari Santoso, mengatakan 24 dari 318 kasus difteri diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Sedangkan 294 kasus sisanya adalah kebanyakan kasus klinis (probable) atau belum positif difteri, namun tetap saja penangananya sama dengan yang sudah positif karena gejalanya sudah muncul.

“Jadi jumlah kasus difteri di Jatim mulai Januari sampai 4 Desember 2017, sebanyak 318 kasus,” kata Kohar, dikonfirmasi, Rabu (6/12).

Kohar menjelaskan, difteri adalah penyakit yang ditandai dengan panas hingga 38 derajat celsius, disertai adanya psedoumembrane atau selaput tipis keabu-abuan pada tenggorokan yang tak mudah lepas dan mudah berdarah. Penyakit ini disebabkan bakterium difteri dan bisa menyebabkan kematian jika tidak mendapatkan penanganan segera.

“Kebanyakan penyakit tersebut dialami oleh anak-anak yang belum mendapatkan vaksin difteri. Di Jatim, semua kasus terjadi pada usia dibawah 15 tahun,” katanya.

Menurut Kohar, penyebab tingginya jumlah kasus difteri karena masih ada populasi anak yang rentan, dan tidak mau diberi imunisasi Difteria, Pertussis dan Tetanus (DPT HLB), utamanya anak usia 1 th (tiga dosis/kali) dan usia 1-2 tahun (satu dosis), kemudian kelas 1 dan 2 SD serta kelas 5 SD masing-masing satu dosis.

“Itu merupakan kegiatan rutinitas bulanan,” ujarnya.

Untuk mewaspadai kasus difteri itu, Dinkes pun mengaku telah melakukan beberapa langkah. Di antaranya, Dinkes Jatim bersama Dinkes di daerah melakukan penyelidikan epidemiologi bila menemukan ada kasus difteri baru.

Penyelidikan Epidemiologi ini, lanjut Kohar, guna mengetahui jumlah atau banyaknya kasus difteri pada kontak erat, sebaran kasus dan faktor-faktor penyebab penularan serta menetapkan masuk dalam KLB apa tidak.

Selain itu, Dinkes juga merumuskan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan KLB. Dinkes Jatim juga melakukan kegiatan imunisasi bulanan.

“Kegiatan bulan akselerasi cakupan Imunisasi Difteri 7 dosis di Jatim melalui imunisasi rutin, sweeping, imunisasi lanjutan dan imunisasi di SD,” katanya. (Amal/Hrn)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Airlangga Hartarto

Pleno Tunjuk Airlangga Hartarto Sebagai Ketua Umum Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar, Rabu (13/12) malam, memutuskan menunjuk Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar definitif menggantikan Setya Novanto yang kini tengah...
setnov, FPG

Perbuatan Setya Novanto Untungkan Orang dan Korporasi, Inilah Daftarnya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut perbuatan Setya Novanto menguntungkan orang lain dan korporasi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik (KTP-el). "Selain...
Jokowi

Indonesia Sampaikan Enam Usulan OKI Terkait Yerusalem

ISTANBUL, SERUJI.CO.ID - Indonesia mengusulkan enam poin usulan penting sikap negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam terkait pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. "Pertama,...

KANAL WARGA TERBARU

images(14)

Jangan Terlalu Berharap Dengan Hukum

Tulisan ini acap kali menjadi perbincangan hangat banyak pihak, khususnya masyarakat menengah kebawah. Meski tak semuanya benar, namun sesuai fakta yang dialami banyak pihak...

Calon Haji Pasca Stroke Ini Tetap Ingin Berangkat Haji

WONOGIRI - Bisa menunaikan rukun iman yang kelima merupakan dambaan setiap muslim di seluruh dunia tak terkecuali muslim indonesia. Bahkan mereka yang secara fisik lemahpun...
4e3443b2632b8e8a4ea012759bd78a3e4f282447

Belajar Jadi Makmum Kalau Ingin Beriman

Shalat berjamaah adalah contoh bagaimana sebuah ukhuwah dibangun. Oleh karenanya, ibadah mulia itu berlipat kali nilainya di sisi Allah. Ukhuwah itu sendiri ciri keimanan, bagaikan...