Warga Lereng Merapi Sudah Pulang Kembali

SLEMAN, SERUJI.CO.ID – Warga lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang sempat berlari menyelamatkan diri ke titik kumpul setelah terjadi erupsi Merapi pada Jumat (1/6) pukul 08.20 WIB saat ini telah pulang kembali ke rumah masing-masing.

“Tidak ada warga yang mengungsi, semua sudah pulang ke rumah masing-masing,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan, Jumat (1/6) siang.

Menurut dia, saat terjadi letusan dan terasa getaran, puluhan warga terutama di KRB III Desa Glagaharjo, Cangkringan memang sempat menuju ke titik kumpul dan barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo.

“Namun saat ini mereka sudah pulang dan kembali beraktivitas. Namun mereka tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bila Merapi kembali meningkat aktivitasnya,” katanya.

Ia mengatakan, seluruh wilayah di lereng Merapi baik itu di Kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi dan Kecamatan Tempel tidak ada yang mengungsi.

“Jarak tempat tinggal mereka dengan puncak Merapi rata-rata lebih dari lima kilometer, sedang radius yang harus dikosongkan tiga kilometer dari puncak Merapi,” katanya.

Sementara itu Ny Amik (48) warga Sidorejo, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman mengatakan dirinya sempat berlari ke selatan untuk menyelamatkan diri saat Merapi erupsi freatik pagi tadi.

“Saya sedang berjualan di sekitar wisata Kali Kuning sambil mendengarkan musik, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan semua pembeli berlari ke luar dari warung,” katanya.

Ia mengatakan, sejumlah warga kemudian berlari ke selatan karena khawatir letusan Merapi besar dan sampai daerah di sini.

“Kami masih trauma dengan erupsi Merapi 2010 yang letusannya sampai di daerah sini, sehingga begitu mendengar suara gemuruh yang cukup keras, kami semua langsung berlari ke selatan,” katanya.

Menurut dia, saat ini kondisi sudah normal kembali dan warga mulai beraktivitas seperti biasanya.

“Wisatawan juga banyak yang datang, kondisi sudah kembali normal,” katanya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi, PVMBG Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi merilis telah terjadi erupsi Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 1 Juni 2018 pukul 08:20 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 6.000 meter di atas puncak (8.968 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 77 mm dan durasi  dua menit. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close