derbyManchester

Menanti Panasnya Derby Manchester

Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Yogyakarta Capai Rp 24 Miliar

0
70
BPJS Kesehatan
Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan (ilustrasi)

YOGYAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Kantor Cabang Yogyakarta mencatat hingga Mei 2017 jumlah tunggakan pembayaran iuran premi dari peserta mandiri mencapai Rp24 miliar.

“Sekitar 25 persen peserta mandiri Yogyakarta masih menunggak,” kata Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Yogyakarta Sri Mugirahayu, dilansir dari Antara, Sabtu (17/6).

Sri mengungkapkan, berbagai alasan yang menyebabkan peserta BPJS Kesehatan mandiri menunggak membayar iuran, di antaranya tidak memiliki uang untuk membayar premi atau belum memahami prosedur pembayaran iuran serta tidak memiliki penghasilan tetap.

“Ada juga yang kecewa terhadap layanan kesehatan dari rumah sakit atau klinik setempat,” tutur Sri.

Ia menilai sebagian besar peserta mandiri yang menunggak belum memiliki kesadaran terhadap pentingnya membayar iuran tepat waktu dan masih memiliki pola pikir membayar iuran saat sakit saja.

“Padahal kalau tidak membayar selama satu bulan maka status kepesertaannya tidak aktif,” jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, bila satu bulan tidak membayar iuran maka kartu BPJS langsung tidak bisa digunakan.

“Peserta harus melunasi tunggakan jika ingin mengaktifkan lagi kepesertaannya,” jelas Sri.

Menurut Sri, sosialisasi dan edukasi mengenai pembayaran BPJS Kesehatan terus diintensifkan baik secara langsung oleh Kantor Cabang BPJS Yogyakarta yang membawahi Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta atau melalui penyedia fasilitas kesehatan.

Hingga awal 2017 jumlah peserta mandiri BPJS Kesehatan di Wilayah Yogyakarta mencapai 142.257 orang.

Meski yang menunggak masih banyak, menurutnya, uang iuran yang berhasil dihimpun sudah mencapai 75 persen dari target iuran sebesar Rp300 miliar.

“Meski masih banyak yang menunggak namun tingkat kepatuhan peserta mandiri di Yogyakarta meningkat 5 persen dibanding 2016,” pungkas Sri. (Hezty/IwanY)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...