Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Yogyakarta Capai Rp 24 Miliar

0
126
BPJS Kesehatan
Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan (ilustrasi)

YOGYAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Kantor Cabang Yogyakarta mencatat hingga Mei 2017 jumlah tunggakan pembayaran iuran premi dari peserta mandiri mencapai Rp24 miliar.

“Sekitar 25 persen peserta mandiri Yogyakarta masih menunggak,” kata Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Yogyakarta Sri Mugirahayu, dilansir dari Antara, Sabtu (17/6).

Sri mengungkapkan, berbagai alasan yang menyebabkan peserta BPJS Kesehatan mandiri menunggak membayar iuran, di antaranya tidak memiliki uang untuk membayar premi atau belum memahami prosedur pembayaran iuran serta tidak memiliki penghasilan tetap.

“Ada juga yang kecewa terhadap layanan kesehatan dari rumah sakit atau klinik setempat,” tutur Sri.

Ia menilai sebagian besar peserta mandiri yang menunggak belum memiliki kesadaran terhadap pentingnya membayar iuran tepat waktu dan masih memiliki pola pikir membayar iuran saat sakit saja.

“Padahal kalau tidak membayar selama satu bulan maka status kepesertaannya tidak aktif,” jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, bila satu bulan tidak membayar iuran maka kartu BPJS langsung tidak bisa digunakan.

“Peserta harus melunasi tunggakan jika ingin mengaktifkan lagi kepesertaannya,” jelas Sri.

Menurut Sri, sosialisasi dan edukasi mengenai pembayaran BPJS Kesehatan terus diintensifkan baik secara langsung oleh Kantor Cabang BPJS Yogyakarta yang membawahi Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta atau melalui penyedia fasilitas kesehatan.

Hingga awal 2017 jumlah peserta mandiri BPJS Kesehatan di Wilayah Yogyakarta mencapai 142.257 orang.

Meski yang menunggak masih banyak, menurutnya, uang iuran yang berhasil dihimpun sudah mencapai 75 persen dari target iuran sebesar Rp300 miliar.

“Meski masih banyak yang menunggak namun tingkat kepatuhan peserta mandiri di Yogyakarta meningkat 5 persen dibanding 2016,” pungkas Sri. (Hezty/IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Trump Pisahkan Anak dan Orangtua, Menlu Meksiko: Tindakan Tidak Manusiawi

MEKSIKO, SERUJI.CO.ID -  Menteri Luar Negeri Meksiko pada Selasa (19/6) menyebut pemisahan anak-anak dari orang tua pendatang di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko kejam dan tidak manusiawi...
Nu dukung Khofifah

Awasi Pencoblosan, Khofifah Tegaskan Akan Maksimalkan Tim Saksi

BLITAR, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan akan memaksimalkan tim saksi, mengawasi pelaksanaan pencoblosan dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2018, yang akan...
Tjahjo Kumolo

Mendagri: Komjen Iriawan Memenuhi Syarat Jadi Pj Gubernur Jabar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Komjen Pol Iriawan memenuhi persyaratan untuk bertugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat menggantikan Aher yang...

Dua Penumpang KM Sinar Bangun Ditemukan Tewas

SAMOSIR, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan menemukan dua orang lagi penumpang KM Sinar Bangun, tewas akibat tenggelam di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, dan telah...

Polisi Tembak Kaki Empat Napi yang Kabur

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan Kepolisian Daerah Bali beserta jajaran Kepolisian Resor Kota Denpasar menembak kaki masing-masing empat tahanan yang nekat kabur dari rumah tahanan...