Terungkap Penyebar Poster ‘GARUDA KU KAFIR’ di Kampus Undip

0
445
garuda ku kafir
Poster bertuliskan "GARUDA KU KAFIR" yang sempat beredar di Universitas Diponegoro, Semarang. (FOTO: Istimewa)

SEMARANG – Civitas akademika Universitas Diponegoro (Undip) Semarang meminta maaf atas temuan poster provokatif bertulis ‘GARUDA KU KAFIR’ di kampusnya sehingga menimbulkan interpretasi dan kegaduhan publik.

“Atas nama Undip, kami minta maaf jika (poster itu) menimbulkan interpretasi. Tidak ada satu pun niat ucapan untuk melecehkan simbol negara,” kata Wakil Rektor I Undip Semarang, Prof Muhammad Zaenuri, dalam konferensi pers pada Jumat, 19 Mei 2017.

Zainuri mengonfirmasi kabar yang menyebutkan bahwa pembuat dan penyebar poster itu adalah lima mahasiswa pengurus Senat dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP).

Menurut Zaenuri, tulisan provokatif poster itu awalnya dipasang untuk memancing perhatian mahasiswa, membuat penasaran agar datang ke acara diskusi kecil yang akan mereka selenggarakan, 20 Mei 2017. Mereka ingin memberikan sumbangsih pemikiran terhadap kondisi bangsa kekinian. Namun kegiatan itu belum ada izin resmi dari pihak kampus.

“Nah, pamflet tersebut bertujuan menarik peserta makanya dibuat dengan cara seperti itu, namun mereka tidak ada niat melecehkan lambang negara,” ungkap Zaenuri.

Zaenuri menegaskan bahwa semua kegiatan kemahasiswaan harus sepengetahuan lembaga kemahasiswaan dan pimpinan fakultas. Sementara pemasangan tersebut dilakukan tanpa izin dan saat masa steril untuk menyambut mahasiswa baru.

“Mahasiswa yang berkegiatan harus selalu berkoordinasi dengan pihak kampus dan mengurus perizinan agar tidak timbul masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Sanksi

Kampus memastikan kelima mahasiswa terancam terkena sanksi akademik. Bahkan, jika ditemukan unsur pidana mahasiswa pemasang akan diserahkan ke pihak berwajib. Namun kampus menolak mengumumkan identitas mereka karena para mahasiswa itu sudah mengakui bersalah dan meminta maaf kepada Dekan Fisip dan Rektor Undip karena pemasangan pamflet tersebut telah membuat suasana gaduh.

“Walau begitu, pihak Rektorat tetap memproses mereka sebab telah melanggar aturan akademik,” katanya.

Lima mahasiswa masih menjalani sidang di hadapan lembaga hukum Undip untuk dipertimbangkan sanksi yang layak bagi mereka. Meski begitu kampus enggan menjelaskan apakah mahasiswa itu akan diproses hukum atau tidak.

Zaenuri mengatakan yang disiapkan mulai dari sanksi ringan hingga terberat. Sanksi terberat adalah skorsing selama dua semester. Sementara jika ada pelanggaran hukum, maka status mahasiswa Undip harus ditanggalkan.

“Sanksinya kalau sudah masuk ranah hukum bisa dicopot gelar kemahasiswaannya, kemudian ada sanksi sedang dan ringan sesuai keputusan yang kami jatuhkan buat mereka,” katanya.

“Ini atas perintah Rektor untuk memberikan pembinaan kepada mahasiswa pemasang spanduk provokatif tersebut,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, di kampus FISIP Undip bertebaran poster provokatif yang berwarna dasar merah darah dengan latar belakang ilustrasi gambar burung garuda yang seolah berbercak darah. Pada bagian tengah poster tertera tulisan ‘GARUDA KU KAFIR’. Pada bagian bawah terdapat keterangan, “Depan gedung A FISIP Undip 20 Mei 2017 pukul 15.30 WIB”.

Empat poster ditemukan pada Selasa, 16 Mei 2017. Ada juga satu poster dan satu spanduk dipasang di kantin FISIP. Barang-barang itu segera dilepas dan disita oleh Kampus dan pihak Kepolisian.

 

EDITOR: Iwan Y

Komentar

BACA JUGA
Jiwa Seni Puti Guntur

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi)...
Relawan Gus Ipul

60 Kelompok Relawan Siap Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 60 kelompok relawan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur siap memenangkan paslon tersebut di kontestasi Pilgub 2018. Para...
Mediator kesehatan

Mediator Kesehatan Diharapkan Mampu Memediasi Perselisihan di Bidang Kesehatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Jimly School of Law and Goverment berupaya mengembangkan profesi mediator kesehatan. "Ini dinilai penting sebagai upaya...
buku Boko Haram

Bedah Buku Boko Haram: Indonesia Harus Belajar Pengalaman Nigeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of...
persiba

Persiba Gagal Bendung Ketangguhan Sriwijaya FC

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Tuan rumah Persiba Balikpapan gagal membendung ketangguhan Sriwijaya FC dan menyerah 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kalimantan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...