Terungkap Penyebar Poster ‘GARUDA KU KAFIR’ di Kampus Undip

372
garuda ku kafir
Poster bertuliskan "GARUDA KU KAFIR" yang sempat beredar di Universitas Diponegoro, Semarang. (FOTO: Istimewa)

SEMARANG – Civitas akademika Universitas Diponegoro (Undip) Semarang meminta maaf atas temuan poster provokatif bertulis ‘GARUDA KU KAFIR’ di kampusnya sehingga menimbulkan interpretasi dan kegaduhan publik.

“Atas nama Undip, kami minta maaf jika (poster itu) menimbulkan interpretasi. Tidak ada satu pun niat ucapan untuk melecehkan simbol negara,” kata Wakil Rektor I Undip Semarang, Prof Muhammad Zaenuri, dalam konferensi pers pada Jumat, 19 Mei 2017.

Zainuri mengonfirmasi kabar yang menyebutkan bahwa pembuat dan penyebar poster itu adalah lima mahasiswa pengurus Senat dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP).

Menurut Zaenuri, tulisan provokatif poster itu awalnya dipasang untuk memancing perhatian mahasiswa, membuat penasaran agar datang ke acara diskusi kecil yang akan mereka selenggarakan, 20 Mei 2017. Mereka ingin memberikan sumbangsih pemikiran terhadap kondisi bangsa kekinian. Namun kegiatan itu belum ada izin resmi dari pihak kampus.

“Nah, pamflet tersebut bertujuan menarik peserta makanya dibuat dengan cara seperti itu, namun mereka tidak ada niat melecehkan lambang negara,” ungkap Zaenuri.

Zaenuri menegaskan bahwa semua kegiatan kemahasiswaan harus sepengetahuan lembaga kemahasiswaan dan pimpinan fakultas. Sementara pemasangan tersebut dilakukan tanpa izin dan saat masa steril untuk menyambut mahasiswa baru.

“Mahasiswa yang berkegiatan harus selalu berkoordinasi dengan pihak kampus dan mengurus perizinan agar tidak timbul masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Sanksi

Kampus memastikan kelima mahasiswa terancam terkena sanksi akademik. Bahkan, jika ditemukan unsur pidana mahasiswa pemasang akan diserahkan ke pihak berwajib. Namun kampus menolak mengumumkan identitas mereka karena para mahasiswa itu sudah mengakui bersalah dan meminta maaf kepada Dekan Fisip dan Rektor Undip karena pemasangan pamflet tersebut telah membuat suasana gaduh.

“Walau begitu, pihak Rektorat tetap memproses mereka sebab telah melanggar aturan akademik,” katanya.

Lima mahasiswa masih menjalani sidang di hadapan lembaga hukum Undip untuk dipertimbangkan sanksi yang layak bagi mereka. Meski begitu kampus enggan menjelaskan apakah mahasiswa itu akan diproses hukum atau tidak.

Zaenuri mengatakan yang disiapkan mulai dari sanksi ringan hingga terberat. Sanksi terberat adalah skorsing selama dua semester. Sementara jika ada pelanggaran hukum, maka status mahasiswa Undip harus ditanggalkan.

“Sanksinya kalau sudah masuk ranah hukum bisa dicopot gelar kemahasiswaannya, kemudian ada sanksi sedang dan ringan sesuai keputusan yang kami jatuhkan buat mereka,” katanya.

“Ini atas perintah Rektor untuk memberikan pembinaan kepada mahasiswa pemasang spanduk provokatif tersebut,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, di kampus FISIP Undip bertebaran poster provokatif yang berwarna dasar merah darah dengan latar belakang ilustrasi gambar burung garuda yang seolah berbercak darah. Pada bagian tengah poster tertera tulisan ‘GARUDA KU KAFIR’. Pada bagian bawah terdapat keterangan, “Depan gedung A FISIP Undip 20 Mei 2017 pukul 15.30 WIB”.

Empat poster ditemukan pada Selasa, 16 Mei 2017. Ada juga satu poster dan satu spanduk dipasang di kantin FISIP. Barang-barang itu segera dilepas dan disita oleh Kampus dan pihak Kepolisian.

 

EDITOR: Iwan Y

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama