Tanggulangi Kemiskinan, Pemkab Bantul Terapkan Zakat Profesi ASN Mulai 2018

BANTUL, SERUJI.CO.ID – Mulai 2018, Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghimpun zakat profesi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk program penanggulangan kemiskinan di daerah itu.

“Zakat profesi ASN itu mulai diterapkan 2018, besarannya 2,5 persen dari gaji yang pemungutannya per bulan untuk ASN semua golongan yang penghasilannya mencapai nisob,” kata Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Sabtu (11/11).

Menurut dia, ada sekitar 10 ribu pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bantul, dan yang diwajibkan membayar zakat profesi adalah PNS muslim yang penghasilannya mencapai nisob atau sebesar Rp 42,5 juta per tahun.

Dengan demikian, kata dia, PNS yang penghasilan per tahun di bawah nisob atau 95 gram emas tersebut, tidak diwajibkan membayar zakat profesi. Hal itu sesuai dengan syariat islam.

“Selama ini ASN sudah banyak yang bayar zakat, tetapi kurang terkoordinasi, kurang terarahkan untuk penanggulangan kemiskinan, dan spirit zakat itu tuntutan syariat untuk pengentasan kemiskinan,” katanya.

Ia mengatakan, dalam rangka pemberlakuan zakat profesi ASN untuk penanggulangan kemiskinan, saat ini sudah persiapan-persiapan dan pematangan termasuk berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk pengelolaannya.

“Akan ada perbup (peraturann bupati) dan karena ini inisiatif eksekutif kami ingin pengelolaan zakat itu detail, tidak sekadar ‘political will’, karena pencitraan itu bukan yang kita inginkan, tapi kita ingin ini harus diikuti dengan regulasi dan sistem pengelolaan yang baik,” katanya.

Wabup mengatakan, zakat profesi ASN di Bantul ini sudah dihitung dan memiliki potensi sekitar Rp 10 miliar per tahun, sehingga ini nanti akan dikelola bersama dengan Baznas setelah ada kerja sama MoU dengan pemda.

“Nah dengan dana kurang lebih Rp 10 miliar per tahun dari zakat profesi ASN itu akan lebih kita fokuskan ke pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk penanggulangan kemiskinan, dan kita sudah punya ‘by name by adress” warga miskin,” katanya.

Wakil Bupati Bantul mengatakan, dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat, Baznas tentu memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM) untuk melakukan pendampingan, sehingga nanti akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Yang akan mendampingi itu OPD-OPD rumpun ekonomi, yaitu dinas pertanian, perdagangan, perindustrian, dinas tenaga kerja serta dinas pariwisata. Jadi merekalah yang akan mendampingi proyek Baznas sehingga lebih efektif dalam memberdayakan masyarakat miskin,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER