Tagihan Listrik Naik, Warga Sukoharjo Kaget

SUKOHARJO – Beberapa waktu belakangan ini warga Sukoharjo dikagetkan atas kenaikan biaya tagihan listrik bulanan mereka. Kenaikan tagihan listrik tersebut bahkan mencapai dua kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.

“Biasanya saya bayar tagihan listrik kisarannya 90 ribu rupiah, kini menjadi 190 ribu rupiah,” kata Rohmat warga Mulur, Bendosari, Sukoharjo saat ditemui SERUJI, Jumat (28/4).

Dari penelusuran SERUJI, banyak warga yang kaget dan mengeluh atas membengkaknya tagihan listrik. Tidak hanya di Sukoharjo tapi juga dialami oleh warga Klaten, Solo, Boyolali dan Wonogiri. Warga kecewa dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif dasar listrik yang dirasakan sangat tinggi.

“Bulan ini saya membayar listrik 404 ribu rupiah, padahal sebelumnya berkisar 250 ribu rupiah,” kata Sri pelanggan listrik dengan kapasitas 1300 VA, warga Selogiri, Wonogiri, saat dihubungi SERUJI, Jumat (28/4).

Kenaikan ini tidak hanya dirasakan pelanggan pasca bayar, tapi juga dirasakan oleh pelanggan yang menggunakan sistem pra bayar dengan membeli pulsa listrik.

“Tahun lalu dengan membeli pulsa Rp 100 ribu, bisa mendapatkan 150 KWh, namun bulan Februari dengan jumlah uang yang sama mendapat 116 KWh, sekarang malah hanya mendapat 88 KWh,” kata Aini pelanggan 900 VA di Wonokarto, Wonogiri.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM nomor 29 tahun 2016 bagi pelanggan 900 VA yang tidak digolongkan dari keluarga miskin atau tidak mampu, dicabut subsidinya dengan kenaikan bertahap.

Baca: Pemerintah Janjikan Listrik dan BBM Tidak Naik

Per 1 Januari 2017 pelanggan 900 VA non subsidi yang sebelumnya membayar Rp 585 per KWh dinaikan menjadi Rp 774 per KWh. Kemudian pada bulan Maret 2017 kembali dinaikan menjadi Rp 1.023 per KWh, dan terakhir di bulan Mei 2017 menjadi Rp 1.352 per KWh.

Pencabutan subsidi diberlakukan pada masyarakat yang mampu, bila ada masyarakat yang tidak mampu ikut dicabut subsidinya, maka dapat melaporkan ke PLN setempat.

Kebijakan pemerintah mencabut subsidi listrik untuk golongan 900 VA tersebut, nampaknya kurang tersosialisasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat memahami sebagai kenaikan tarif listrik, bukan pencabutan subsidi.
CJ: dr. Endang Sulistyowati
EDITOR: Iwan Y

8 KOMENTAR

  1. Listrik industri yg tersubsidi hanya untuk ruko, sedangkan usaha kecil di desa yg usahanya jadi satu dg rumah, krn blm bisa bikin tempat usaha terpisah malah tdk disubsidi. Keberpihakan thdp umkm dimana?

  2. Hahaha….
    Yang waktu pilpres pilih siplongo gak boleh protes wong yang gak milih dia aja gak protes kok karena emang sudah tahu bakal mencekik rakyat kalo siplongo menang dan kalopun protes percuma wong orangnya kagak bisa ngapa2 takut sama nenek lampir dan 9 cacing.

    Kasihaaan deh lu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER