Sri Sultan Akan Fasilitasi Warga yang Mengungsi Akibat Erupsi Merapi

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

“Warga yang turun tentu akan difasilitasi. Kalau memang merasa takut, ya, biarkan mengungsi. Perasaan orang berbeda-beda,” kata Sultan HB X usai mengunjungi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Kamis (24.5).

Menurut dia, warga yang tinggal di sekitar Gunung Merapi sudah memahami karakter gunung tersebut bahkan sudah melakukan persiapan yang matang, misalnya mengemas barang-barang penting, seperti pakaian dan surat berharga sehingga saat terjadi letusan sudah tinggal dibawa.

“Warga sudah memahami jika 4 tahun sekali akan terjadi peningkatan aktivitas. Mereka sudah bersiap-siap,” katanya.

Ia menambahkan bahwa erupsi Gunung Merapi membutuhkan proses sehingga sangat dimungkinkan untuk melakukan persiapan guna menghindari korban.

“Tinggal masyarakatnya mau mengikuti arahan atau tidak? Ini ‘kan bukan gempa bumi yang akibatnya dirasakan saat itu juga,” katanya.

Untuk penanganan pascaerupsi, lanjut Sultan, masih menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi DIY siap turun tangan membantu jika diperlukan.

“Ada dana tidak terduga yang bisa digunakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana mengatakan bahwa dana tidak terduga yang dianggarkan melalui APBD DIY tahun ini mencapai Rp9,5 miliar.

“Belum ada permintaan dari Sleman,” katanya.

Sampai saat ini, bantuan yang sudah didistribusikan oleh BPBD DIY adalah kebutuhan logistik, di antaranya tikar, permakanan, “family kit”, dan sukarelawan.

Untuk pengungsi, Biwara menyebut ada sekitar 50 hingga 55 warga usia lanjut yang menjadi pengungsi di Glagahharjo.

“Warga yang berusia lebih muda, tetap beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Pada hari Kamis (24/5) hingga pukul 13.00 WIB, Gunung Merapi sudah mengalami dua kali letusan. Letusan pertama terjadi pukul 02.56 WIB selama 4 menit dengan ketinggian kolom 6.000 meter dan letusan kedua terjadi pukul 10.48 WIB berdurasi 2 menit dengan tinggi kolom letusan 1.500 meter.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyebut kondisi Merapi dalam tahapan menuju proses letusan magmatis. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER