Satpol PP Kulon Progo Temukan Obat Kedaluwarsa

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (30/5), menemukan sejumlah obat kedaluwarsa dan kosmetik tidak berizin pada saat operasi pengawasan di Pasar Jagalan, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang.

“Hasil pengawasan yang kami lakukan di Pasar Jagalan, kami menemukan makanan kedaluwarsa yang tidak layak konsumsi. Kami menemukan beberapa obat dan kosmetik yang tidak ada izin edarnya karena mencantumkan nomor izin edar dari BPOM tapi palsu,” kata Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kulon Progo Qumarul Hadi di Kulon Progo, Rabu (30/5).

Ia mengatakan kosmetik hasil temuan, yakni krim pemutih muka dengan merek Suria Snow yang mencantumkan nomor BPOM tetapi ternyata setelah dicek palsu. Selanjutnya, merek Maria Oang Aring dari Klaten yang tidak ada izin edarnya, krim racikan tanpa izin edar, serta pelembab yang telah kedaluwarsa.

Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan kedaluwarsa, seperti Bodrex, Pilkita dan Salonpas, serta bedak Salicyl Menthol yang mencantumkan izin dari Depkes padahal harusnya dari BPOM sebanyak enam botol.

“Semua barang kami sita untuk dimusnahkan karena sangat berbahaya bagi kesehatan,” kata Qumarul.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan tanggal kedaluwarsa, memeriksa kemasannya rusak atau tidak dan nomor izin.

“Kami selalu menekankan kepada masyarakat untuk hati-hati dalam membeli obat-obatan yang akan dipakai,” katanya.

Kasi Farmasi Makanan Minuman dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo Neti Fiferiati mengatakan produk krim pemutih wajah yang tidak teregistrasi di BPOM tersebut dimungkinkan mengandung merkuri yang berbahaya karena bisa memacu kanker. Untuk itu, pihaknya memberikan pembinaan terhadap pedagang yang menjual produk-produk tersebut.

“Penjualnya kalau mau kulakan juga melakukan pengecekan dulu nomornya. Hal ini untuk menjamin mutu keamanan harus ada registernya, kalau tidak ada izinnya kan tidak bisa dijamin keamanannya,” katanya.

Pedagang yang menjual kosmetik dan obat-obatan tanpa izin di Pasar Jagalan, Murwanti mengatakan dirinya tidak mengetahui kalau produk yang dijualnya tidak memiliki izin edar.

“Saya tidak tahu kalau kosmetik tidak berizin. Saya membelinya dari salah satu toko di Muntilan,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER