Ribuan Warga Pati Tuntut Normalisasi Sungai Juwana

PATI, SERUJI.CO.ID – Ribuan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut agar DPRD Pati dan Pemerintah Kabupaten Pati menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Pusat agar melakukan normalisasi Sungai Juwana, Kamis (5/4).

Aksi unjuk rasa digelar di depan gedung DPRD Pati di Jalan Wahidin dengan mengusung sejumlah poster dan spanduk yang dilengkapi foto bencana banjir yang melanda wilayah Pati Selatan, meliputi Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo dan Gabus, serta tulisan tuntutan normalisasi Sungai Juwana.

Pengunjuk rasa dari wilayah Pati Selatan juga sempat melakukan aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga-jaga di depan pintu masuk gedung DPRD Pati.

“Keinginan rakyat Pati Selatan cukup sederhana, menginginkan adanya normalisasi Sungai Juwana agar dampak banjir tidak terjadi di wilayah Pati Kidul,” kata salah satu orator aksi Ahmadi di Pati, Kamis (5/4).


Untuk itu, dia meminta, anggota DPRD Pati maupun Bupati Pati Haryanto menyampaikan aspirasi rakyat Pati Selatan kepada Presiden Jokowi.

“Setidaknya, jika aspirasi masyarakat segera disampaikan setidaknya tahun 2019 bisa direalisasikan normalisasi sungai,” ujarnya.

Menurut dia mereka juga turut bertanggung jawab atas kondisi yang dialami warga yang tersebar di 38 desa dari lima kecamatan.

Bahkan, lanjut dia, petani sangat gelisah karena setiap mau panen tanaman padi selalu dilanda banjir sehingga mengalami kerugian.

Dampak banjir yang tidak segera surut, akhirnya juga mengakibatkan petani tidak bisa tanam.

Akibat dampak tersebut, kata dia, potensi kerugian yang dialami warga, khususnya petani setiap tahun mencapai Rp800 miliar.

Pada kesempatan tersebut, warga juga menuntut penertiban kapal di sepanjang Sungai Juwana agar perairan lancar dan tidak terhambat kapal yang bersandar.

“Tanpa dukungan petani, tentunya program swasembada pangan di Tanah Air tidak akan berhasil,” ujarnya.

Apabila tidak direalisasikan, kata dia, warga dari Pati Selatan mengancam memboikot Pemilihan Umum 2019. (Ant/SU02)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Ulama dan Tokoh Politik Bersama Ummat Penuhi Kawasan Monas dalam Munajat 212

Kawasan monas dipenuhi ummat yang hadiri Munajat 212.

Ombudsman Tegaskan Lahan Prabowo Bukan HGU Tapi HPHTI

Akhirnya setelah ditelusuri, Ombudsman memastikan lahan yang dikuasai Prabowo adalah HPHTI, bukan HGU.

Nilai Para Camat Tidak Kampanyekan Jokowi, Begini Alasan Wali Kota Makassar

Wali Kota Makassar nilai para camat yang ada di video dukung Jokowi, tidak sedang kampanye.

Tim Prabowo-Sandi Laporkan Camat se-Makassar Yang Ada di Video Dukung Jokowi

Viral video dukungancamat se Makassar ke Paslon urut nomor 01.

Survei LSI: Kembali Diprediksi Tak Lolos ke Senayan, Inilah Elektabilitas PSI

PSI tetap diperkirakan tidak lolos ke Senayan.

Apa Untungnya Bagi Ummat Islam Jika Partai-Partai Islam Terpuruk?

SERUJI.CO.ID - Pilpres dan Pileg yang diadakan serentak pada...

Ulama dan Tokoh Politik Bersama Ummat Penuhi Kawasan Monas dalam Munajat 212

Kawasan monas dipenuhi ummat yang hadiri Munajat 212.

Ombudsman Tegaskan Lahan Prabowo Bukan HGU Tapi HPHTI

Akhirnya setelah ditelusuri, Ombudsman memastikan lahan yang dikuasai Prabowo adalah HPHTI, bukan HGU.

Nilai Para Camat Tidak Kampanyekan Jokowi, Begini Alasan Wali Kota Makassar

Wali Kota Makassar nilai para camat yang ada di video dukung Jokowi, tidak sedang kampanye.
video

Tim Prabowo-Sandi Laporkan Camat se-Makassar Yang Ada di Video Dukung Jokowi

Viral video dukungancamat se Makassar ke Paslon urut nomor 01.

TERPOPULER

Tanpa Beban Jelang Debat Nanti Malam, Jokowi Santap Siang dengan Keluarga di Kelapa Gading

Santai jelang Debat Capres putaran kedua, Jokowi santap siang dengan keluarga di Kelapa Gading, Jakarta.

Bagi Pendukung Jokowi-KH Ma’ruf, Inilah Lokasi Nobar Debat Capres Yang Disiapkan TKN

Nonton bareng acara Debat Capres bagi pendukung Jokowi, bisa datang ke lokasi ini.

Jelang Debat Capres, Relawan Bershalawat di Depan Kediaman Prabowo

Relawan pendukung Prabowo-Sandiaga melantunkan shalawat dan takbir di depan kediaman calon presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Ahad (17/2) malam.

Prihatin Kondisi Ekonomi Saat ini, Gerindra Akan All Out Menangkan Prabowo

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan, kesiapannya untuk all out memenangkan Prabowo.
video

Viral: Video Bupati Kuningan Sebut “Laknat” Jika Kepala Desa Tidak Dukung Jokowi

Ohhhh, Bupati Kuningan melaknat para kepala desa jika tidak mendukung Jokowi. Koq bisa?