Ratusan Rumah Warga Bukit Menore Rusak

0
46
Rumah Warga yang rusak. (foto: istimewa)

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 300 unit rumah di kawasan Bukit Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kerusakan akibat tanah longsor dan tanah ambles dampak dari badai Siklon Cempaka beberapa waktu lalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Gusdi Hartono, di Kulon Progo, Selasa (19/12), mengatakan dari 300 unit rumah mengalami kerusakan itu ada yang rusak ringan, sedang, dan berat.

“Berdasarkan data cek lapangan dan laporan camat, sedikitnya ada 300 rumah yang rusak akibat bencana tanah longsor dan tanah ambles itu,” katanya.

Pihaknya masih melakukan identifikasi rumah yang harus direlokasi dan direhabilitasi total. Pada status tanggap darurat becana ini, BPBD akan memberikan bantuan stimulan bagi rumah warga yang rusak. Namun, dirinya belum bisa menyebutkan nilai bantuan untuk perbaikan rumah tersebut.

“Kami tidak bisa menyebut nominalnya, tapi yang jelas bantuan stimulan. BPBD baru akan bertindak setelah status tanggap darurat bencana berakhir pada 27 Desember, apakah direlokasi, bedah rumah atau RTLH,” katanya.

Selain rumah rusak, lanjutnya, infrastruktur jalan banyak yang ambles, karena ada fenomena tanah turun. Kemudian bukit yang longsor, materialnya menutupi jalan.

Pihaknya menerjunkan lima alat berat untuk membersihkan material longsoran dan membuka akses jalan.

“Pada masa tanggap darurat bencana ini, kami fokus membuka akses jalan yang tertutup material longsoran, sehingga dapat dilewati masyarakat dan aktivitas ekonomi berjalan. Setelah itu, kami baru membersihkan material longsoran di rumah warga,” katanya.

Gusdi menegaskan sampai saat ini, penanganan tanggap darurat bencana sudah mencapai 75 persen.

“Kami masih melakukan pekerjaan rumah memantau warga yang rumahnya rusak, supaya aman,” katanya.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kulon Progo Eko Susanto mengatakan pihaknya masih melakukan identifikasi rumah yang harus dikerjakan menggunakan dana rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Rumah yang rusak masih diusahakan dengan anggaran tanggap darurat bencana, setelah itu kalau belum selesai baru diusulkan menggunakan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi,” pungkasnya. (Ant/SU03)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama