Ratusan Rumah Warga Bukit Menore Rusak

0
17
Rumah Warga yang rusak. (foto: istimewa)

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 300 unit rumah di kawasan Bukit Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kerusakan akibat tanah longsor dan tanah ambles dampak dari badai Siklon Cempaka beberapa waktu lalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Gusdi Hartono, di Kulon Progo, Selasa (19/12), mengatakan dari 300 unit rumah mengalami kerusakan itu ada yang rusak ringan, sedang, dan berat.

“Berdasarkan data cek lapangan dan laporan camat, sedikitnya ada 300 rumah yang rusak akibat bencana tanah longsor dan tanah ambles itu,” katanya.

Pihaknya masih melakukan identifikasi rumah yang harus direlokasi dan direhabilitasi total. Pada status tanggap darurat becana ini, BPBD akan memberikan bantuan stimulan bagi rumah warga yang rusak. Namun, dirinya belum bisa menyebutkan nilai bantuan untuk perbaikan rumah tersebut.

“Kami tidak bisa menyebut nominalnya, tapi yang jelas bantuan stimulan. BPBD baru akan bertindak setelah status tanggap darurat bencana berakhir pada 27 Desember, apakah direlokasi, bedah rumah atau RTLH,” katanya.

Selain rumah rusak, lanjutnya, infrastruktur jalan banyak yang ambles, karena ada fenomena tanah turun. Kemudian bukit yang longsor, materialnya menutupi jalan.

Pihaknya menerjunkan lima alat berat untuk membersihkan material longsoran dan membuka akses jalan.

“Pada masa tanggap darurat bencana ini, kami fokus membuka akses jalan yang tertutup material longsoran, sehingga dapat dilewati masyarakat dan aktivitas ekonomi berjalan. Setelah itu, kami baru membersihkan material longsoran di rumah warga,” katanya.

Gusdi menegaskan sampai saat ini, penanganan tanggap darurat bencana sudah mencapai 75 persen.

“Kami masih melakukan pekerjaan rumah memantau warga yang rumahnya rusak, supaya aman,” katanya.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kulon Progo Eko Susanto mengatakan pihaknya masih melakukan identifikasi rumah yang harus dikerjakan menggunakan dana rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Rumah yang rusak masih diusahakan dengan anggaran tanggap darurat bencana, setelah itu kalau belum selesai baru diusulkan menggunakan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi,” pungkasnya. (Ant/SU03)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....