Ratusan Rumah di Pekalongan Kembali Terendam Banjir

0
93
Banjir rob di Pekalongan
Banjir rob di Pekalongan. (Foto: Istimewa)

PEKALONGAN, SERUJI.CO.ID –┬áRatusan rumah warga di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (3/12) kembali terendam banjir karena tanggul penahan gelombang pantai jebol sehingga terjadi rob.

Ketinggian air yang merendam rumah penduduk mencapai sekitar 50 sentimeter sehingga kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas warga terganggu.

Beberapa wilayah yang terendam banjir rob tersebut, antara lain Kelurahan Kandang Panjang, Panjang Wetan, Bandengan, Krapyak, Panjang Baru, Dukuh, Degayu, Pasir Kramat, dan Pedukuhan Kraton.

Kendati permukiman terendam banjir, para penduduk masih tetap bertahan di rumahnya masing-masing karena alasan untuk menjaga harta bendanya.

Hingga Ahad (3/12) sore ini, kondisi permukiman penduduk di dua wilayah Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat tersebut masuh tergenang air rob.

Warga, Slamet Riyadi mengatakan banjir yang melanda di sejumlah kelurahan itu sudah terjadi dua kali, yaitu pada Jumat (1/12) dan menyusul lagi pada Ahad (3/12) pagi.

“Banjir yang terjadi pada Jumat (1/12) masih belum surut sepenuhnya menggenangi permukiman warga. Kini banjir makin bertambah setelah rob menggenangi permukiman penduduk mencapai sekitar 50 sentimeter,” katanya.

Ia mengatakan hingga kini warga belum pernah mendapatkan bantuan apa pun dari Pemerintah Kota Pekalongan.

Selama ini, kata dia, warga di wilayah rawan banjir secara swadaya meninggikan tanah jalan agar rob tidak masuk ke permukiman penduduk.

“Kami berharap pemkot memberikan bantuan pada korban banjir karena saat ini aktivitas warga terganggu,” katanya.

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih mengatakan bahwa saat ini pemkot telah membangun posko dapur umum di sejumlah titik untuk membantu warga yang dilanda banjir.

“Sejumlah titik posko dapur umum itu, kami tempatkan antara lain di depan halaman GOR Jetayu, kantor PMI, Pasirsari, Kramatsari, Krapyak, dan posko kesehatan kantor Kecamatan Pekalongan Utara,” katanya.

Menurut dia, pada penetapan status darurat bencana itu, pemkot mengalokasikan dana bencana Rp 1,5 miliar.

“Dengan menetapkan sebagai kejadian darurat bencana, maka kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasinya. Adapun, langkah sementara ini, kami membantu dengan memberikan nasi bungkus, selimut, air mineral, dan mi instan pada korban banjir,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Wapres Minta Menag Revisi 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk merevisi daftar pendakwah yang direkomendasikan karena sebelumnya dikeluarkan Kemenag hanya...

Banyuwangi Masuk Kota Cerdas ASEAN

BANYUWANGI, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama dengan Jakarta dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, masuk dalam jaringan Kota Cerdas ASEAN atau ASEAN Smart...

Korban Tewas Jatuhnya Pesawat di Kuba Jadi 111 Orang

HAVANA, SERUJI.CO.ID - Jumlah korban tewas pada salah satu bencana udara terburuk di Kuba meningkat menjadi 111 pada Senin (21/5), sementara Meksiko menangguhkan kegiatan...
ekonomi syariah

MUI Dukung 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mendukung langkah Kementerian Agama yang merilis daftar nama mubaligh karena sifatnya untuk pencegahan terhadap...
Siswa SMA/MAN

Jawa Timur Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Korsel

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Timur menjajaki kerja sama pendidikan dengan Korea Selatan setelah ada pertemuan kepala sekolah SMA/SMK se-Surabaya dengan sebuah konsultan...