Ratusan Bangunan Warisan Budaya, Belum Dapat Rekomendasi Cagar Budaya

 KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 300 bangunan warisan budaya yang tersebar di 12 kecamatan, di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mendapat rekomendasi sebagai cagar budaya dari Tim Ahli Cagar Budaya Yogyakarta.

“Belum semuanya direkomendasikan sebagai cagar budaya lewat Surat Keputusan TACB dan disahkan dalam Peraturan Bupati No.381/C/2016 tentang Cagar Budaya,” kata Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Disbud Kulon Progo Fitri Atiningsih Fauzatun di Kulon Progo, Ahad (18/2)).

Ia mengatakan pada 2017, Disbud mengajukan enam warisan budaya seperti Pasar Bangeran (Galur), RS Santo Yusup Boro (Kalibawang), SD Butuh (Lendah), Markas Polsek Wates (Wates), Gereja Kristen Jawa Wates (Wates) sebagai cagar budaya.

Mayoritas bangunan telah berusia lebih dari 50 tahun dan telah berhasil dinyatakan direkomendasikan sebagai cagar budaya.

Selain itu, warisan budaya yang kini telah menjadi cagar budaya adalah SD Negeri Percobaan (Wates), Bale Agung (Wates), Rumah Sunartejo di Sewugalur (Wates), Joglo Karyo Utomo Markas Besar Komando Djawa Kolonel TB Simatupang (Samigaluh).

“Saat ini, sudah ada 14 cagar budaya terbit SK dan Perbupnya, 17 lainnya masih dalam proses,” katanya.

Ia mengatakan secara keseluruhan kondisi bangunan-bangunan tadi dinyatakan baik. Disbud memiliki sejumlah program untuk rehabilitasi bangunan bersejarah, yang sekiranya membutuhkan perbaikan. Seperti misalnya pada 2015 lalu, dinas melakukan rehabilitasi bangunan gedung Dinas Komunikasi dan Informatika, Bale Agoeng, jembatan Duwet di Kalibawang dan Markas Besar Komando Djawa Kolonel TB Simatupang.

“Pada 2018, Disbud berencana melakukan rehabilitasi berat untuk bangunan pesanggrahan Bulurejo dengan anggaran sebesar Rp986.366.000,” katanya.

Fitri berharap lewat pengajuan status bangunan warisan budaya sebagai cagar budaya, maka bangunan-bangunan tersebut akan semakin terjaga kelestariannya. Anak muda digenerasi mendatang juga memiliki catatan riwayat kekayaan budaya yang luar biasa.

“Langkah melestarikan warisan budaya, juga diikuti dengan sosialisasi kepada pada guru dan tenaga pendidik,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Untung Waluyo mengatakan pihaknya mendapat banyak laporan temuan benda cagar budaya dari masyarakat. Namun, benda atau situs belum dapat dinyatakan sebagai situs dan benda cagar budaya karena prosesnya sangat panjang. Benda atau situs harus diteliti Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta.

“BPCB DIY yang menyatakan benda atau situs tersebut sebagai cagar budaya. Namun demikian, kami mengucapkan terim masih atas informasi dari masyarakat,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close