Presiden Jokowi Bagikan Sembako dan Kaus di Gedung Agung Yogyakarta

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi membagikan sejumlah kaus dan sembako untuk warga yang sedang berada di kawasan Malioboro dari balik pintu gerbang Istana Kepresidenan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (6/6) petang.

Presiden Jokowi yang sedang berada di teras Gedung Agung tiba-tiba menghampiri kerumunan warga yang memanggil namanya dari balik pagar Gedung Agung. Dalam kesempatan itu, Jokowi kemudian menyalami warga sekaligus membagikan sejumlah kaus bertuliskan “Jokowi” berwarna hitam.

Andi Mugiono (52), warga asal Surabaya, Jawa Timur, mengaku beruntung mendapatkan kaus langsung dari uluran tangan Jokowi.

Sebelumnya, Andi yang sedang berjalan-jalan di kawasan sentra wisata belanja Malioboro tidak tahu menahu bahwa Presiden Jokowi sedang berada di Istana Kepresidenan, Gedung Agung.

“Kebetulan pas mau jalan-jalan ke Malioboro katanya ada Pak Jokowi datang ke Yogya. Ini kok penuh, ya saya ikut nimbrung,” kata dia.

Presiden Jokowi bermalam di Gedung Agung, Yogyakarta, bersama istrinya Iriana Jokowi, putranya Gibran Rakabuming Raka, serta cucunya Jan Ethes.

Sebelumnya, pada Kamis (6/6) sore, Presiden Jokowi juga membagikan 3.000 paket sembilan bahan pokok (sembako) untuk warga Yogyakarta di Gedung Agung, Yogyakarta.

Berdasarkan informasi dari Sekretariat Kepresidenan, 3.000 paket sembako yang dibagikan kepada warga berupa gula pasir, minyak goreng, beras, dan teh.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER