Petani Menolak Rencana Pemerintah Impor Beras

1
58
Petani panen padi
Petani panen padi (ilustrasi)

GROBOGAN, SERUJI.CO.ID – Petani di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menolak wacana impor beras mengingat petani saat ini tengah menikmati masa panen dengan harga jual gabah yang cukup tinggi.

Harsono, salah satu petani asal Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Kamis (11/1), mengaku, tidak setuju dengan wacana impor beras, karena petani juga sedang menikmati masa panen dengan harga tinggi.

Sepanjang bertanam tanaman padi, kata dia, dirinya baru merasakan harga jual padi hingga Rp5.500 per kilogram, karena tahun 2016 tercatat hanya laku Rp2.500/kg.

Akhir Desember 2017, lanjut dia, harga jual padi hanya Rp4.500/kg, namun pekan ini naik menjadi Rp5.500/kg.

Jika impor direalisasikan, dia memastikan, harga jualnya akan turun, terlebih dalam waktu dekat juga akan ada panen serempak, sehingga secara otomatis harga jual gabah di tingkat petani juga akan turun.

Murmin, petani lainnya menyatakan, penolakan terhadap wacana impor, karena tanamn padinya dalam waktu dekat akan panen.

“Jika ada beras impor masuk, tentunya harga jual di pasaran juga akan turun,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Grobogan Edy Suprayitno saat menyampaikan sambutan pada acara sarasehan dengan petani di Balai Desa Ngeluk yang dihadiri puluhan petani juga menyatakan dukungannya untuk menolak wacana impor beras, karena Kabupaten Grobogan termasuk salah satu penyangga pangan di Jateng.

“Panen padi cukup melimpah, apakah petani rela ada impor beras,” ujarnya bertanya kepada petani dan dijawab secara serempak untuk menolak impor beras.

Untuk Provinsi Jateng sendiri, luas areal panen diperkirakan mencapai 100.000 hektare lebih, sedangkan untuk bulan Februari 2018 diperkirakan bisa mencapai ratusan hektare.

Kementerian Pertanian juga mencatat stok beras secara nasional bisa mencapai 1 juta ton, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 2-3 bulan mendatang.

Sementara luas areal panen untuk skala nasional pada bulan Januari 2018 sekitar 1-1,2 juta hektare, sehingga ketika provitasnya mencapai 6 ton saja, maka memiliki stok 6 juta ton gabah kering panen (GKP).

Jika rendemennya mencapai 50 persen maka tercatat memiliki 3 juta ton beras, sedangkan tingkat konsumsi beras nasional berkisar 2,6 juta ton. (Ant/Iwan S)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Komentar:bahagiakan petani untuk saat ini lah yang kmaren2 udah betul2 anjlokkk untuk harga jual nya. jelas2 petani sudah mulai panen mnikmati hasil yang istilah nya bejoooo harga tinggi itu klo bisa di stop dlu jngan inport. mnanam butuh modal dan tenaga dan nunggu hmpir 3bulan untuk dptkan hasil yg baik dan padi yg baik tp klo inport smpai bnar adanya itu sama aja petani mnanam tp rugi..

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polres Jember Tangkap Sindikat Pencuri Gula

JEMBER, SERUJI.CO.ID - Aparat Kepolisian Resor Jember menangkap lima tersangka yang diduga sebagai pelaku sindikat pencurian gula pasir saat melakukan aksinya di sebuah gudang...
bambang soesatyo

DPR Yakin Presiden Memahami Kebutuhan Gedung Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR Bambang Soesatyo meyakini Presiden Jokowi memahami kebutuhan DPR terkait gedung baru, meskipun kedua institusi tidak bertemu dan berbicara khusus...

Polresta Denpasar Tangkap Empat Tersangka Pengguna Narkoba

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar, Bali, menangkap empat tersangka bernama Mus (36 tahun), Ang (49 tahun), Nur (27 tahun) dan WG (41...
Febri Diansyah

KPK Nyatakan Siap Bila Novanto Ajukan Banding

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan lembaganya siap jika Setya Novanto mengajukan banding terhadap putusan pengadilan dalam perkara...
bambang soesatyo

Masyarakat Diingatkan Cermat Terhadap Produk Investasi Ilegal

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dan waspada terhadap produk investasi tanpa izin yang dapat digunakan sebagai...