Petani Menolak Rencana Pemerintah Impor Beras

1
25
Petani panen padi
Petani panen padi (ilustrasi)

GROBOGAN, SERUJI.CO.ID – Petani di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menolak wacana impor beras mengingat petani saat ini tengah menikmati masa panen dengan harga jual gabah yang cukup tinggi.

Harsono, salah satu petani asal Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Kamis (11/1), mengaku, tidak setuju dengan wacana impor beras, karena petani juga sedang menikmati masa panen dengan harga tinggi.

Sepanjang bertanam tanaman padi, kata dia, dirinya baru merasakan harga jual padi hingga Rp5.500 per kilogram, karena tahun 2016 tercatat hanya laku Rp2.500/kg.

Akhir Desember 2017, lanjut dia, harga jual padi hanya Rp4.500/kg, namun pekan ini naik menjadi Rp5.500/kg.

Jika impor direalisasikan, dia memastikan, harga jualnya akan turun, terlebih dalam waktu dekat juga akan ada panen serempak, sehingga secara otomatis harga jual gabah di tingkat petani juga akan turun.

Murmin, petani lainnya menyatakan, penolakan terhadap wacana impor, karena tanamn padinya dalam waktu dekat akan panen.

“Jika ada beras impor masuk, tentunya harga jual di pasaran juga akan turun,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Grobogan Edy Suprayitno saat menyampaikan sambutan pada acara sarasehan dengan petani di Balai Desa Ngeluk yang dihadiri puluhan petani juga menyatakan dukungannya untuk menolak wacana impor beras, karena Kabupaten Grobogan termasuk salah satu penyangga pangan di Jateng.

“Panen padi cukup melimpah, apakah petani rela ada impor beras,” ujarnya bertanya kepada petani dan dijawab secara serempak untuk menolak impor beras.

Untuk Provinsi Jateng sendiri, luas areal panen diperkirakan mencapai 100.000 hektare lebih, sedangkan untuk bulan Februari 2018 diperkirakan bisa mencapai ratusan hektare.

Kementerian Pertanian juga mencatat stok beras secara nasional bisa mencapai 1 juta ton, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 2-3 bulan mendatang.

Sementara luas areal panen untuk skala nasional pada bulan Januari 2018 sekitar 1-1,2 juta hektare, sehingga ketika provitasnya mencapai 6 ton saja, maka memiliki stok 6 juta ton gabah kering panen (GKP).

Jika rendemennya mencapai 50 persen maka tercatat memiliki 3 juta ton beras, sedangkan tingkat konsumsi beras nasional berkisar 2,6 juta ton. (Ant/Iwan S)

1 KOMENTAR

  1. Komentar:bahagiakan petani untuk saat ini lah yang kmaren2 udah betul2 anjlokkk untuk harga jual nya. jelas2 petani sudah mulai panen mnikmati hasil yang istilah nya bejoooo harga tinggi itu klo bisa di stop dlu jngan inport. mnanam butuh modal dan tenaga dan nunggu hmpir 3bulan untuk dptkan hasil yg baik dan padi yg baik tp klo inport smpai bnar adanya itu sama aja petani mnanam tp rugi..

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

KPK Dalami Proses Pembahasan APBD-P Kebumen 2017

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pertemuan-pertemuan terkait proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Perubahan atau APBD-P Kabupaten Kebumen 2017. "Untuk mendalami hal itu,...
sandiaga Uno

Wagub DKI Beri Ruang Polda Periksa Kasatpol PP

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno memberikan ruang kepada pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya bila akan meminta keterangan Kepala Satuan Polisi...

Manchester City Pastikan ke Final Piala Liga

BRISTOL, SERUJI.CO.ID - Manchester City mencapai final Piala Liga, menghancurkan harapan-harapan tim divisi kedua Bristol City untuk menorehkan kejutan, ketika tim pemuncak klasemen Liga Inggris...

Aaron Lennon Pindah ke Burnley

LONDON, SERUJI.CO.ID - Pemain sayap Inggris Aaron Lennon melengkapi kepindahannya ke Burnley dari Everton dengan biaya transfer yang tidak diumumkan pada Selasa (23/1), menjadi rekrutan...

Mascherano Akan Tinggalkan Barcelona

MADRID, SERUJI.CO.ID - Gelandang Barcelona Javier Mascherano akan meninggalkan klub itu setelah tujuh setengah tahun berkiprah di Nou Camp, kata sang pemuncak klasemen Liga Spanyol...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Kerinduan Hati Orang Beriman

Aljaar qablal daar (mencari tetangga sebelum mencari rumah) Ungkapan tersebut di atas sangatlah dalam maknanya. Jika disesuaikan dengan permasalahan kemasyarakatan maka dapat memberi pemahaman, bila...
ilustrasi orang marah (Foto: Istimewa)

Suka Marah-Marah? Waspada Gangguan Psikologis Akut

Apakah kita suka marah-marah? Mudah marah? Gampang tersulut emosi? Gampang meledak-ledak? Cobalah untuk cek, apakah emosi yang kita miliki tergolong normal dan wajar? Ataukah kita...

Abu Dzar al Ghifari, Kemilau di Antara Sarang Penyamun

Abu Dzar al Ghifari merupakan salah satu sahabat yang pertama memeluk islam yang disebut “assabiqunal awwalun”. Dia berasal dari bani Ghifar, sebuah suku yang...