Permudah Investasi, Semarang Resmi Cabut Izin HO

0
138
Balaikota Semarang
Balaikota Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Semarang resmi mencabut persyaratan izin gangguan (Hinder Ordonantie-HO) yang merupakan implementasi penyederhanaan perizinan untuk memudahkan investasi sejalan instruksi pemerintah pusat.

“Peraturan Daerah Nomor 20/2011 tentang Izin Gangguan (HO) telah dicabut,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Semarang Ulfi Imran Basuki di Semarang, Jumat (26/1).

Saat ini, sudah disahkan Perda Nomor 1/2018 sebagai penggantinya yang mengatur pencabutan dan penghapusan izin HO yang sekarang ini sedang dalam tahap pertimbangan Gubernur Jawa Tengah jika ada revisi.

Ia menyebutkan pencabutan perda HO baru akan berlaku Februari 2018 karena masih dimintakan pertimbangan kepada Gubernur Jateng dan Menteri Dalam Negeri jika memang diperlukan adanya revisi.

Dengan tidak lagi dipersyaratkannya izin HO, kata dia, pengusaha yang akan berinvestasi atau mendirikan usaha di Semarang tidak perlu mengurus izin HO dengan meminta persetujuan dari warga sekitar lokasi usaha.

“Pengusaha cukup mengurus izin pokok saja, antara lain Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) atau UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan), izin lingkungan, dan izin usaha,” katanya.

Artinya, kata dia, akan semakin memudahkan pengusaha berinvestasi yang diharapkan bisa meningkatkan investasi di Kota Semarang sehingga perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Dari data DPM-PTSP Kota Semarang, investasi di Kota Semarang mengalami peningkatan, seperti nilai investasi pada 2016 yang mencapai Rp10,5 triliun meningkat menjadi Rp20 triliun pada 2017.

“Dengan dihapusnya izin HO, kami optimistis nilai investasi di Kota Semarang pada tahun ini semakin meningkat. Kalau targetnya tahun ini Rp17,5 triliun, namun kami prediksi naik 50 persen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perizinan DPM-PTSP Kota Semarang Wing Wiyarso menambahkan pencabutan syarat izin HO sangat berpengaruh dengan iklim investasi di Semarang karena semakin memudahkan pengusaha.

Apalagi, kata dia, pelayanan perizinan tidak membutuhkan biaya sehingga akan semakin meningkatkan daya tarik bagi investor untuk menanamkan investasinya di Kota Semarang.

“Di DPM-PTSP tidak ada biaya untuk pengurusan izin, kecuali retribusi, izin mendirikan bangunan (IMB), dan izin HO. Namun, sekarang kan izin HO sudah tidak dipersyaratkan lagi,” kata Wing. (Ant/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...