Peringatan Hardiknas di Kudus Diwarnai Aksi Demo

KUDUS, SERUJI.CO.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diwarnai dengan aksi unjuk rasa sejumlah warga yang tergabung dalam Konsorsium Masyarakat Untuk Kudus Bersih (KMKB), Rabu (2/5).

Aksi unjuk rasa puluhan warga pada Rabu (2/5) pukul 09.30 WIB tersebut, digelar di Jalan Sunan Kudus pada pukul karena di Alun-alun Kudus masih berlangsung perayaan Hari Pendidikan Nasional yang dilanjutkan dengan kirab dari masing-masing sekolah di Kudus.

Para pengunjuk rasa juga mengusung spanduk bertuliskan “anggaran pendidikan ajang proyek gratifikasi dan korupsi” serta sejumlah poster bertuliskan “oemar bakri telah mati berburu sertifikasi, mengecam keras politisasi pendidikan, Pemkab Kudus gagal wujudkan pendidikan berakhlak mulia, sejahterakan para guru madrasah diniyah karena mereka pejuang sejati”.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga mengusung keranda bertuliskan “matinya keteladanan pejabat Kudus”. Sekitar pukul 10.00 WIB, para pengunjuk rasa akhirnya bisa melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Alun-alun Kudus, tepatnya di perempatan Jalan Jenderal Sudirman, sedangkan pada waktu yang sama tengah melintas para siswa yang mengikuti kirab.

“Pemerintah Kabupaten Kudus agar lebih memperhatikan dengan seksama untuk menata pendidikan tanpa ada dekotomi swasta, negeri maupun agama dengan menyediakan anggaran yang seimbang dan berkeadilan serta mengedepankan nilai-nilai akhlakul karimah,” ujar salah satu orator aksi Sururi Mujib yang juga Koordinator KMBK di Kudus, Rabu.

Menurut dia Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus dalam mengelola pendidikan banyak menuai persoalan dan protes masyarakat.

Di antaranya, kata dia, terkait penerimaan murid baru setiap tahun pelajaran, rehab gedung sekolah, penambahan kelas baru, kegiatan pembangunan sarana pendidikan, mutasi pegawai kependidikan, dan pembangunan sarana olahraga.

Bahkan, lanjut dia, mereka diduga lebih fokus mengurus bangunan dan proyek-proyek fisik yang ada karena diduga lebih menguntungkan secara finansial untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Akibatnya, kata dia, kuwalitas pendidikan terabaikan dan upaya pengembangan sumber daya manusia nyaris tidak terdengar dan tidak mempunyai prestasi yang membanggakan.

“Kalaupun ada sekolah dan murid yang berprestasi, bukanlah atas bimbingan dari dinas yang ada, melainkan karena kualitas yang bersangkutan dan mendapat dukungan dari sekolahnya,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi oknum di Dinas Pendidikan pada momentum pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang lebih sibuk mengkondisikan para tenaga pendidik untuk membantu dan mendukung calon tertentu.

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, maka KMKB mengutuk keras kepada semua pejabat yang ada di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga yang melakukan kegiatan politik praktis di institusi pendidikan dengan mengarahkan atau memihak calon bupati dan wakil bupati tertentu dalam Pilkada Kudus 2018.

KMKB juga mendesak aparat penegak hukum agar segera menindaklanjuti dugaan penyimpangan proyek atau rehab pembangunan gedung sekolah, pungli, dan lainnya, termasuk adanya dugaan mafia anggaran yang ada di Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga.

Peringatan Hardiknas tahun ini, cukup meriah karena diwarnai dengan kirab dari masing-masing sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga SMA ikut serta dalam kirab yang dipusatkan di Alun-alun Kudus.

Masing-masing sekolah menampilkan beragam pertunjukkan, mulai dari drum band, hanya sekadar membawa poster yang berisi tulisan dukungan terhadap dunia pendidikan, serta memakai pakaian adat khas Kudus hingga ada yang memakai gaun unik yang merupakan hasil karya siswa. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bangsa Gagal Nyintesis

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER