Perda Kawasan Tanpa Rokok Berlaku April 2018

1
43
Kawasan Tanpa Rokok
Kawasan Tanpa Rokok (ilustrasi)

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kota Yogyakarta akan berlaku efektif mulai April 2018 atau satu tahun sejak diundangkan pada Maret tahun ini.

“Peraturan daerah ini bukan ditujukan untuk melarang orang merokok tetapi perokok harus mematuhi aturan tentang tempat yang diperbolehkan untuk merokok dan kewajiban berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya di Yogyakarta, Ahad (26/11).

Di dalam peraturan daerah tersebut kawasan tanpa rokok diterapkan di tujuh tempat yaitu fasilitas pelayanan kesehatan, tempat pendidikan, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja baik kantor pemerintah atau swasta dan pribadi serta tempat umum lain yang ditetapkan.

loading...

Meskipun efektif berlaku mulai tahun depan, namun Tri menyebut bahwa sosialisasi kepada masyarakat terkait Perda Kawasan Tanpa Rokok sudah dilakukan sejak peraturan tersebut ditetapkan.

Salah satu indikator dari peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kawasan tanpa rokok dan bahaya merokok dapat terlihat dari penambahan jumlah rukun warga (RW) yang menyatakan sebagai RW bebas asap rokok.

“Kesadaran warga sudah mulai terbentuk. Misalnya adanya kesepakatan untuk tidak merokok di pertemuan warga, tidak menyediakan asbak dan adanya kesepakatan untuk tidak merokok di dalam rumah atau di dekat anak-anak dan ibu hamil. Dari hal-hal sederhana itu, banyak perokok yang kemudian memilih berhenti merokok,” kata Tri.

Hingga saat ini, dari 616 RW yang ada di Kota Yogyakarta, sebanyak 130 RW sudah menyatakan sebagai RW bebas asap rokok.

“Kami yakin, jumlahnya akan terus bertambah. RW biasanya mendeklarasikan sebagai RW bebas asap rokok secara mandiri,” katanya.

Sedangkan pemberian sanksi kepada pengelola KTR yang tidak melakukan upaya seperti memasang larangan merokok, larangan mengiklankan produk rokok, larangan menjual produk rokok, hingga penyediaan tempat khusus merokok di tempat kerja dan tempat umum lainnya akan diberlakukan bertahap.

Sanksi administratif dilakukan dengan peringatan lisan, peringatan tertulis hingga dipublikasikan secara luas dan diikuti dengan pembinaan.

“Tata cara pemberian sanksi akan diatur melalui peraturan wali kota,” katanya.

Selain sanksi administratif, pelanggaran terhadap Perda KTR juga akan terancam sanksi pidana dengan ancaman kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 7,5 juta.

Pemberian sanksi pidana dilakukan jika pengelola KTR melanggar larangan merokok, memproduksi, menjual dan mempromosikan produk rokok atau tidak menyediakan tempat khusus merokok. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau Capai 680 Hektare

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau sejak awal 2018 hingga akhir Februari sudah mencapai lebih dari 680 hektare, yang tersebar di...
kereta ringan

Pemerintah Sumsel Kaji Pendapatan di Luar Tarif LRT

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Pemerintah mengkaji kemungkinan meraih pendapatan di luar tarif jalur kereta api dalam kota Light Rail Transit, atau LRT untuk menutupi tingginya biaya...

Sidang Kasus First Travel Libatkan 96 Saksi

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, melanjutkan sidang terhadap tiga terdakwa kasus First Travel dengan agenda pembacaan nota keberatan terdakwa atau eksepsi dengan...

Agenda Sidang Perdana PK Ahok Terkait Pembacaan Memori

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) kasus penodaan agama dengan terpidana mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara,...
Suap

Suap APBD Jambi, Anggota DPRD Mulai Diperiksa

JAMBI, SERUJI.CO.ID - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi menjalani pemeriksaan di Pengadilan Tipikor untuk tiga terdakwa kasus suap APBD Provinsi Jambi 2018 senilai Rp3,4 miliar. Berdasarkan...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Ajari Anakmu Ilmu Agama

Sy. Abu Hurairah RA mengutarakan Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorang anak pun yang lahir melainkan dalam keadaan suci bersih. Kedua orangtuanyalah yang menyebabkan dia...
Light at the end of the tunnel

Garis 8: Hak Asasi Manusia di Hadapan Tuhan

Saat ini banyak manusia yang menuntut agar “berhak segalanya". Apapun yang dikehendaki tak boleh dilarang, dengan sekedar alasan “tokh, tidak ganggu orang lain”. Maka,...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...