Pemkot Pekalongan Gagal Penuhi Target Ekspor

0
76
Batik Pekalongan
Hasil produksi batik Pekalongan. (foto:Istimewa)

PEKALONGAN, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, gagal memenuhi target nilai ekspor 2017 yang ditetapkan sebesar 17 juta dolar Amerika Serikat.

Kepala seksi Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UUKM Kota Pekalongan Ali Sutrisno di Pekalongan, Ahad (21/1), mengatakan bahwa nilai transaksi dari sektor ekspor pada sejumlah produk hanya mencapai 15,6 juta dolar AS dari target yang ditetapkan sebesar 17 juta dolar AS.

“Kegagalan pemenuhan target ekspor tersebut karena menurut para pengusaha permintaan dari luar negeri memang cenderung turun akibat produk yang tidak memenuhi permintaan atau alasan lainnya,” katanya.

Menurut dia, produk-produk unggulan Kota Pekalongan seperti batik dan hasil pengolahan ikan juga ikut mengalami penurunan ekspor pada 2017.

“Oleh karena, pada 2018, kami akan mengevaluasi penyebab menurunnya nilai ekspor  batik Pekalongan dan hasil pengolahan ikan. Selain itu, kami berharap para pengusaha ekspor mampu meningkatkan kreatifitas dan inovasi produk agar tetap diminati konsumen mancanegara,” katanya.

Ketua Badan Pengurus Cabang Asosiasi Ekportir dan Produsen Handycraft Indonesia Pekalongan Romi Oktabirawa mengatakan kerajinan batik Pekalongan mulai mengalami pergeseran karena sejumlah daerah melakukan produksi batik dalam jumlah banyak.

“Oleh karena, para perajin batik harus mulai berbenah bagaimana supaya batik tetap bisa eksis di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Menurut dia, sekarang motif batik Solo dengan Pekalongan sudah hampir tidak ada bedanya, padahal sebelumnya batik Solo terkenal dengan motif keraton dan warna sogan tetapi kini justru yang muncul warna dan motif seperti pesisiran.

“Karena itu, perajin batik perlu ada kebersamaan dalam upaya melestarikan batik sebagai warisan budaya nusantara, kebersamaan untuk memajukan batik Pekalongan. Selain itu, perajin batik juga harus kreatif dan inovatif dalam berkarya kerajinan batik agar kerajinan ini tetap diminati konsumen,” katanya. (Ant/SU03)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU