Pemkab Kulon Progo Siapkan 90 Paket Pelatihan Kerja

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan 90 paket pelatihan kerja bagi masyarakat, dan 10 paket pelatihan kebandaraan guna mendukung pembangunan bandara di wilayah itu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo Eko Wisnu Wardana di Kulon Progo, Rabu (2/5) mengatakan pelatihan kerja ada yang satu bulan dan 1,5 bulan, tergantung target pelatihan.

“Kami berusaha mendampingi masyarakat, khususnya pencari kerja supaya memiliki keterampilan dan mampu bersaing di tempat kerja,” katanya.

Eko Wisnu mengatakan Disnakertrans juga mengikutsertakan peserta dalam pemagangan atau “on the job training” (OJT) dan uji kompetensi.

“Kami berharap mereka memiliki pengalaman kerja dan sertifikat kompetensi. Kami juga menawarkan mereka kerja secara mandiri atau ikut perusahaan,” katanya.

Lebih lanjut, Eko mengatakan paket pelatihan untuk mendukung bandara, Disnakertrans bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) guna melatih warga soal kedirgantaraan.

“Kami juga bekerja sama dengan LKP bahasa untuk memberikan pelatihan bahasa Korea, Mandarin, dan Jepang,” katanya.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya akan membuat sistem pendataan terhadap pengangguran lengkap dengan variabel usia, jenis kelamin, pendidikan, dan keterampilan yang dimiliki.

“Nomor kontak yang setiap saat bisa menghubungi calon tenaga kerja untuk disalurkan,” katanya.

Selain itu, kata Hasto, pemkab melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan mendata lulusan baru SMK dan SMA, yakni berapa yang melanjutkan sekolah dan berapa yang terserap sebagai tenaga kerja dan berapa yang menjadi pengangguran.

“Kami akan membangun korespondensi kepada sebanyak mungkin minimal 200 perusahaan seluruh Indonesia maupun asing,” katanya.

Hasto mengatakan pihaknya juga akan menyiapkan sumber daya manusia yang terampil di bidangnya. Salah satu upayanya mengembangkan pelatihan Bahasa Inggris dan memaksimalkan sarana penunjang yang ada.

“Kami mengembangkan bentuk-bentuk pelatihan baru yang dibutuhkan di pasar tenaga kerja, melakukan inisiasi pembentukan pondok-pondok kerja baru guna menyerap pengangguran,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER