Pemkab Kulon Progo Sediakan Rusunawa Untuk Buruh

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menyediakan rumah susun sewa sederhana di Kawasan Industri Sentolo bagi kalangan buruh di wilayah itu.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Pemkab Kulon Progo Suparno di Kulon Progo, Kamis (3/5), mengatakan saat ini ada tiga rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Triharjo dan Giripeni di Kecamatan Wates, dan rusunawa di Tuksono, Kecamatan Sentolo.

“Rusunawa di Triharjo dan Giripeni diperuntukkan bagi umum, sedangkan Rusunawa Tuksono khusus bagi buruh di kawasan industri. Rencananya Rusunawa Tuksono akan dibuka sebelum Ramadhan 2018,” katanya.

Hingga saat ini, pihaknya belum menyiapkan unit pelaksana teknis (UPT) yang secara khusus mengelola rusunawa karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat belum menyerahkan aset tiga rusunawa di Kulon Progo.

Selama ini, penghuni rusunawa di Triharjo hanya dibebani biaya operasional, seperti listrik, air, sampah, dan jasa keamanan.

“Kami belum menarik biaya sewa rusunawa, karena aset rusunawa belum diserahkan ke pemkab,” katanya.

Suparno mengakui minat buruh atau masyarakat menempati rusunawa masih rendah sehingga biaya operasional rusunawa membengkak dan membebani pemkab.

“Kami harus menanggung beban biaya perawatan karena tidak ditanggung pusat,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo Eko Wisnu Wardana mengatakan pabrik yang dibangun di Kulon Progo mayoritas tenaga lokal di sekitar pabrik.

Pekerja dari luar Kulon Progo sedikit dan paling jauh dari Sleman dan Bantul.

“Pekerja atau buruh lebih memilih pulang ke rumah dibandingjan tinggal di rusunawa. Jam kerja juga hanya delapan jam, sehingga mereka bisa bekerja lain,” katanya.

Meski demikian, ia mengatakan rusunawa sebagai kebutuhan penting seiring dengan perkembangan pembangunan megaproyek di wilayah itu. Ke depan, rusunawa menjadi incaran pekerja dari luar daerah dengan adanya bandara.

“Saat ini mungkin belum banyak diminati, tapi dua tahun ke depan, tiga rusunawa tidak mampu menampung jumlah pekerja,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER