Pemerintah Percepat Penanganan Air Bersih Warga Terdampak PLTP Baturaden

0
60
baturaden
Proyek Panas Bumi Baturaden. (Foto: Istimewa)

BANYUMAS, SERUJI.CO.ID – Menindaklanjuti adanya demonstrasi penolakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturaden, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat penanganan air bersih bagi warga yang terdampak pembangunan.

Bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas, Kementerian ESDM juga berinisiatif untuk menggelar dialog terbuka dengan masyarakat, pemerintah daerah, pengembang dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya guna mengidentifikasi permasalahan dan harapan masyarakat sekitar proyek tersebut.

Untuk itu, diadakan pertemuan antara Bupati Banyumas Achmad Husein, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Yunus Saefulhak, Kepolisian Resort Banyumas, Koramil dan perwakilan dari tujuh desa di Kecamatan Cilongok yang mengalami kekeruhan air, serta Direktur PT Sejahtera Alam Energi Bergas Hari di Banyumas, Rabu (11/10).

Dalam pertemuan tersebut dibahas terkait pemberian ganti rugi kepada Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), pemberian air bersih terhadap tujuh desa yang terdampak adanya proyek PLTP dan membuat rencana jangka panjang untuk penjernihan air di wilayah terdampak.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, warganya meminta agar kondisi air dikembalikan seperti semula.

“Air minum perlu penanganan segera, pasang pipanya, untuk permanen akan dibuatkan penampungan air besar,” katanya.

Sementara itu, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Yunus Saefulhak berharap agar masyarakat tetap mendukung pembangunan PLTP karena bersumber energi yang ramah lingkungan dan agar tidak terprovokasi dengan isu adanya dampak seperti lumpur Lapindo.

Selain mengungkapkan permintaan maaf, kata Yunus, pengembang PLTP Baturaden akan melakukan penindaklanjutan, yakni perbaikan dari sisi hulu proyek PLTP, pembersihan jaringan pipa akibat tersumbat lumpur, kemudian perbaikan sistem jaringan perpipaan yang terdampak dan mengganti meteran yang rusak.

Tindaklanjut berikutnya, kata Yunus, penanganan secara permanen dalam bentuk pembuatan bak penampungan air besar untuk konsumsi air buat waga terdampak dan pengeboran sumur air tanah.

“Selain itu juga melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat sekitar proyek,” pungkas Yunus. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Menangkap Pengedar Tramadol 1.000 Butir

MUARA TEWEH, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Sektor Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menangkap seorang tersangka bernama Hartawan (36) diduga sebagai pengedar obat terlarang...
narkoba

Polisi Menangkap Lima Pelajar Pekanbaru Pesta Narkoba

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Sektor Tenayan Rayan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menangkap lima pelajar yang terdiri atas empat remaja pria dan seorang remaja perempuan...

Persija Ingin Akhiri Penyisihan AFC Dengan Kemenangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta ingin mengakhiri pertandingan penyisihan Grup H Piala AFC dengan kemenangan di kandang Tampines Rovers Singapura, Selasa (24/4), karena dengan meraih...

Polres Cianjur Amankan Dua Perempuan Konsumsi Obat Terlarang

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Polres Cianjur, Jawa Barat, mengamankan dua orang perempuan dari tempat hiburan karena diduga mengkonsumsi obat terlarang saat menggelar operasi cipta kondisi bersama...
bambang soesatyo

DPR: Akselerasi Jaringan Internet di Indonesia Bagian Tengah dan Timur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah mengakselerasi jaringan internet di Indonesia bagian Tengah dan Timur, yaitu dengan menyiapkan dan memfungsikan...