Pemerintah Percepat Penanganan Air Bersih Warga Terdampak PLTP Baturaden

0
18
baturaden
Proyek Panas Bumi Baturaden. (Foto: Istimewa)

BANYUMAS, SERUJI.CO.ID – Menindaklanjuti adanya demonstrasi penolakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturaden, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat penanganan air bersih bagi warga yang terdampak pembangunan.

Bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas, Kementerian ESDM juga berinisiatif untuk menggelar dialog terbuka dengan masyarakat, pemerintah daerah, pengembang dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya guna mengidentifikasi permasalahan dan harapan masyarakat sekitar proyek tersebut.

Untuk itu, diadakan pertemuan antara Bupati Banyumas Achmad Husein, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Yunus Saefulhak, Kepolisian Resort Banyumas, Koramil dan perwakilan dari tujuh desa di Kecamatan Cilongok yang mengalami kekeruhan air, serta Direktur PT Sejahtera Alam Energi Bergas Hari di Banyumas, Rabu (11/10).

Dalam pertemuan tersebut dibahas terkait pemberian ganti rugi kepada Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), pemberian air bersih terhadap tujuh desa yang terdampak adanya proyek PLTP dan membuat rencana jangka panjang untuk penjernihan air di wilayah terdampak.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, warganya meminta agar kondisi air dikembalikan seperti semula.

“Air minum perlu penanganan segera, pasang pipanya, untuk permanen akan dibuatkan penampungan air besar,” katanya.

Sementara itu, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Yunus Saefulhak berharap agar masyarakat tetap mendukung pembangunan PLTP karena bersumber energi yang ramah lingkungan dan agar tidak terprovokasi dengan isu adanya dampak seperti lumpur Lapindo.

Selain mengungkapkan permintaan maaf, kata Yunus, pengembang PLTP Baturaden akan melakukan penindaklanjutan, yakni perbaikan dari sisi hulu proyek PLTP, pembersihan jaringan pipa akibat tersumbat lumpur, kemudian perbaikan sistem jaringan perpipaan yang terdampak dan mengganti meteran yang rusak.

Tindaklanjut berikutnya, kata Yunus, penanganan secara permanen dalam bentuk pembuatan bak penampungan air besar untuk konsumsi air buat waga terdampak dan pengeboran sumur air tanah.

“Selain itu juga melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat sekitar proyek,” pungkas Yunus. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Pembebasan Lahan untuk Runway Ketiga Bandara Soetta Lancar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura (AP) II menyatakan proses pembebasan tanah untuk pembangunan runway ketiga di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta berjalan dengan lancar. "Proses...
Transaksi tol nontunai

Ketua DPR Dorong Warga Gunakan Transaksi Nontunai di Jalan Tol

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Setya Novanto mendorong warga menggunakan transaksi nontunai atau menggunakan kartu e-toll di jalan tol sebagai langkah yang dinilai...

Everton Pecat Manajer Ronald Koeman

LONDON, SERUJI.CO.ID - Everton memecat manajer Ronald Koeman setelah mereka turun ke zona degradasi menyusul kekalahan 2-5 oleh Arsenal, kata klub Liga Inggris itu,...

Peserta Hari Jadi ke-72 Provinsi Jatim Padati Stand Cek Kesehatan Gratis BMI

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dalam rangka menyemarakkan hari jadi ke-72 Provinsi Jawa Timur, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) ikut mensukseskan dengan menggelar acara cek kesehatan gratis...

Hari Santri Nasional, Anies: Bersyukur Orang Tua Kita Memilih Berjuang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Santri of the Year sukses diselenggarakan di Gedung Galeri Nasional, Jl. Medan Merdeka Timur NO. 14 Jakarta Pusat, Ahad (22/10). Acara...

PDM Semarang Adakan Pelatihan Mubalihgh-Mubalighat ke -4

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang melalui Majelis Tablighnya mengadakan Pelatihan Mubalihgh-Mubalighat selama dua hari. Pelatihan berlangsung dari Sabtu sampai Ahad,...