Pemerintah Percepat Penanganan Air Bersih Warga Terdampak PLTP Baturaden

0
32
baturaden
Proyek Panas Bumi Baturaden. (Foto: Istimewa)

BANYUMAS, SERUJI.CO.ID – Menindaklanjuti adanya demonstrasi penolakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturaden, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat penanganan air bersih bagi warga yang terdampak pembangunan.

Bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas, Kementerian ESDM juga berinisiatif untuk menggelar dialog terbuka dengan masyarakat, pemerintah daerah, pengembang dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya guna mengidentifikasi permasalahan dan harapan masyarakat sekitar proyek tersebut.

Untuk itu, diadakan pertemuan antara Bupati Banyumas Achmad Husein, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Yunus Saefulhak, Kepolisian Resort Banyumas, Koramil dan perwakilan dari tujuh desa di Kecamatan Cilongok yang mengalami kekeruhan air, serta Direktur PT Sejahtera Alam Energi Bergas Hari di Banyumas, Rabu (11/10).

Dalam pertemuan tersebut dibahas terkait pemberian ganti rugi kepada Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), pemberian air bersih terhadap tujuh desa yang terdampak adanya proyek PLTP dan membuat rencana jangka panjang untuk penjernihan air di wilayah terdampak.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, warganya meminta agar kondisi air dikembalikan seperti semula.

“Air minum perlu penanganan segera, pasang pipanya, untuk permanen akan dibuatkan penampungan air besar,” katanya.

Sementara itu, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Yunus Saefulhak berharap agar masyarakat tetap mendukung pembangunan PLTP karena bersumber energi yang ramah lingkungan dan agar tidak terprovokasi dengan isu adanya dampak seperti lumpur Lapindo.

Selain mengungkapkan permintaan maaf, kata Yunus, pengembang PLTP Baturaden akan melakukan penindaklanjutan, yakni perbaikan dari sisi hulu proyek PLTP, pembersihan jaringan pipa akibat tersumbat lumpur, kemudian perbaikan sistem jaringan perpipaan yang terdampak dan mengganti meteran yang rusak.

Tindaklanjut berikutnya, kata Yunus, penanganan secara permanen dalam bentuk pembuatan bak penampungan air besar untuk konsumsi air buat waga terdampak dan pengeboran sumur air tanah.

“Selain itu juga melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat sekitar proyek,” pungkas Yunus. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

KPU

3 Paslon Pilkada Madiun Penuhi Syarat Kesehatan

MADIUN, SERUJI.CO.ID - Tiga bakal pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah Kota Madiun 2018 dinyatakan memenuhi syarat kesehatan setelah melalui serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit...
Sikakap

Mentawai Dijadikan Pusat Pengembangan Perikanan Laut

SIKAKAP, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan memback up kegiatan pengembangan ekonomi Kabupaten Mentawai melalui peningkatan pengembangan perikanan laut yang dipusatkan di Pulau Sikakap,...
Rita widyasari ditahan

KPK Telusuri Perolehan Aset Rita Widyasari

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dan asal perolehan aset dalam penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Kutai Kartanegara nonaktif...

KPK Dalami Kasus Suap Mantan Ketua DPRD Malang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - KPK terus mendalami dugaan penerimaan suap dari Pemkot Malang kepada mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono yang merupakan tersangka tindak...

“Flight Pass” Pesawat F-16 Warnai Sertijab KSAU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  "Flight pass" enam pesawat tempur F-16 mewarnai serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) dari Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,...
loading...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...

Orang yang Tidak Bisa Dipercaya Selama-lamanya

Apakah kita harus terus menerus berprasangka baik dan mempercayai seseorang? Allah memberi pelajaran penting : ada orang yang tidak bisa dipercaya selamanya, karena bukti-bukti...