Pemantau Cuaca Terbaru Dipasang BMKG di Bandara Internasional Yogyakarta

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasang peralatan pemantauan cuaca terbaru Automated Weather Observing System “iRMAVIA” di kompleks Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Pusat Instrumentasi Kalibrasi Rekayasa dan Jaringan BMKG, Hanif Andi Nugraha di Kulon Progo, Senin (8/7), mengatakan Automated Weather Observing System (AWOS) iRMAVIA merupakan produk terbaru BMKG sendiri, yang dikembangkan oleh Subbidang Instrumentasi Meteorologi.

Produk ini diharapkan menjadi langkah awal kemandirian penyediaan peralatan penunjang keselamatan penerbangan di Indonesia.

“AWOS dapat meningkatkan tingkat keselamatan penerbangan karena dapat membantu memberikan informasi cuaca secara real-time dan akurat, serta mengurangi human error dalam penyampaian informasi terkait cuaca,” kata Hanif.

Ia mengatakan AWOS iRMAVIA menggunakan sensor robust dan modular yang dapat menyesuaikan kebutuhan tiap bandara, serta memiliki sistem komunikasi nirkabel.

“Selain itu, pengembangan sistem dilakukan secara mandiri sehingga tidak perlu bergantung pada tenaga ahli dari luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG Agus Wahyu Raharjo mengatakan keunggulan lain, iRMAVIA menggunakan software tersendiri yang nantinya akan memudahkan proses implementasi, pemeliharaan, upgrade, dan modifikasi.

AWOS adalah sistem pengamatan cuaca yang dapat memberikan informasi terkait kondisi cuaca bandara secara berkala.

Informasi ini nantinya dapat digunakan untuk menunjang keselamatan penerbangan, baik pada saat mendarat maupun lepas landas.

Mekanisme kerja AWOS meliputi pengukuran beberapa parameter cuaca, di antaranya arah dan kecepatan angin, suhu, kelembaban, tekanan udara, tinggi dasar awan, curah hujan, present weather, serta visibility.

Data masing-masing parameter selanjutnya akan dikirimkan dari data logger menuju komputer server, lalu diolah dan didistribusikan ke BMKG dan Air Traffic Center (ATC).

AWOS memiliki sistem untuk mengirimkan sandi Meteorogical Aerodrome Reports (METAR) secara otomatis yang diupdate setiap 30 menit.

“iRMAVIA juga menggunakan satu daya hybrid sehingga relatif lebih aman dari segi kelistrikan,” kata Agus.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER