Pansus DPRD Sebut Raperda Disabilitas Lebih Aplikatif

0
38
Penyandang Disabilitas (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Disabilitas DPRD Kota Yogyakarta mengatakan raperda yang disusun ulang akan lebih aplikatif daripada raperda lama yang ditolak saat fasilitasi di Biro Hukum DIY tahun lalu.

“Akan ada banyak perubahan dibanding raperda lama. Raperda baru ini akan lebih aplikatif,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Disabilitas DPRD Kota Yogyakarta M. Fauzan di Yogyakarta, Jumat (30/3).

Menurut dia, pansus sudah memenuhi semua rekomendasi dari Biro Hukum DIY, yaitu membongkar dan menyusun ulang raperda dengan menguatkan aturan terkait dengan muatan lokal.

“Kami sudah mengeluarkan semua aturan yang sudah diatur dalam UU Disabilitas dengan asumsi bahwa publik sudah tahu mengenai aturan tersebut,” kata Fauzan.

Oleh karena itu, lanjut dia, penyusunan ulang raperda disabilitas tersebut membutuhkan waktu relatif cukup lama karena ada berbagai jenis kegiatan yang dimasukkan dalam raperda, di antaranya unit layanan untuk penyandang disabilitas.

“Pembahasan unit layanan ini membutuhkan waktu lama karena kami berharap layanan yang diberikan tidak akan tumpang-tindih dengan layanan yang mungkin sudah dilakukan oleh instansi lain di pemerintah daerah,” kata Fauzan.

Selain unit layanan, jenis kegiatan aplikatif yang dimasukkan dalam raperda, di antaranya layanan “home care” untuk penyandang disabilitas.

“Karena raperda sudah selesai disusun, kami akan jadwalkan pembahasan secara rutin tiap pekan atau menyesuaikan jadwal yang kosong karena dalam waktu dekat juga akan ada evaluasi triwulan untuk organisasi perangkat daerah,” katanya.

Jika pembahasan berjalan lancar, diharapkan dalam 2 bulan ke depan sudah bisa dilakukan paripurna untuk persetujuan bersama Raperda Disabilitas.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Disabilitas Kota Yogyakarta Nurul Saadah Andriani mengatakan bahwa ruang untuk memasukkan beragam muatan lokal yang implementatif sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas dalam Raperda Disabilitas cukup luas terlebih Yogyakarta berkomitmen untuk menjadi Kota Inklusi.

Bidang pendidikan, misalnya, memberikan fasilitasi biaya untuk guru bantu khusus bagi anak penyandang disabilitas, atau memberikan jaminan sosial bagi penyandang disabilitas, termasuk pengaturan tata ruang yang ramah bagi penyandang disabilitas. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU