Menkominfo: Berita Jika Masuk Media Online dan Sosial Langsung Blur Faktanya

SOLO, SERUJI.CO.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencanangkan “Gerakan Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas”. Lebih-lebih Indonesia saat ini memasuki tahun-tahun politik.

Pencanangan dilakukan di Monumen Pers Kota Solo, Jawa Tengah. Menkominfo Rudiantara hadir langsung dalam deklarasi bersama sejumlah tokoh seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam pidatonya, Menkominfo mengemukakan media massa memegang peran signifikan dalam menegakkan negara yang berdemokrasi.

“Demokrasi yang berkualitas harus didukung oleh pers dan media massa yang berkualitas, profesional dan beretika,” ungkap Menkominfo, Senin malam (6/8).

Menkominfo mengatakan tidak ada lagi persoalan dalam media cetak serta media elektronik. Namun begitu memasuki ranah media online dan media sosial banyak fakta yang menjadi kabur.

“Kita tahu ada media cetak dan elektronik yang kurang lebih tanda kutip controlable. Tapi begitu masuk media online, media sosial makin baur, makin blur produk jurnalistik,” beber Menkominfo.

Undang-Undang Pers Nomor 40, lanjut Menkominfo, bebas dari intervensi pemerintah. Sebab undang-undang tersebut tidak memiliki peraturan pemerintah maupun peraturan menteri.

Namun Menkominfo menghendaki kebebasan itu diikuti dengan tanggung jawab dan mekanisme yang baik.

“Jangan sampai media online atau sosial dimanfaatkan untuk mengumbar informasi yang sifatnya negatif, melakukan agitasi atau menyebarkan hoaks,” kata dia.

Ia juga berpesan, pers mampu menciptakan suasana kondusif dan menjadi perekat keutuhan bangsa selama perhelatan Pemilu 2019. (Vita K/Hrn).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close