SCROLL KE ATAS UNTUK BACA BERITA

MENU

Masyarakat DIY Tidak Perlu Beras Impor

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID –┬áKetua III Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta Budi Hanoto menyebutkan masyarakat di wilayah setempat tidak membutuhkan dukungan pasokan beras impor.

“Kita masih menggunakan beras lokal, tidak perlu beras impor, karena hingga saat ini stoknya masih mencukupi,” kata Budi Hanoto di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (17/1).

Ia mengatakan impor beras merupakan kebijakan Pemerintah Pusat, maka apabila DIY tetap mendapatkan alokasi beras impor, pihaknya bersama Bulog DIY akan mengkaji pemanfaatannya.

“Alokasi beras impor itu tergantung dari pusat, daerah hanya menerima. Perkara nanti diapakan akan kita kaji,” kata Budi yang juga Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta ini.

Meski demikian, ia memastikan stok beras di DIY masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima bulan ke depan.

“Kalaupun ada alokasi beras impor dari pusat itu penggunaannya sangat selektif sekali dan saat situasi mendesak sekali. Apalagi Februari sudah masuk musim panen raya,” kata dia.

Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional DIY Miftahul Ulum mengakui hingga saat ini masih tersimpan 6.000 ton stok beras di tiga gudang Bulog DIY.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo juga mengakui saat ini DIY belum membutuhkan beras impor. Budi berharap masyarakat tidak panik karena cadangan stok beras di DIY masih mencukupi.

“Angka cadangan panen yang ada di Pemda saat ini mencapai 260 ton. Sedangkan cadangan panen yang ada di Gapoktan mencapai 670 ton,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan keputusan pemerintah untuk mengimpor 500 ribu ton beras karena persediaan beras di dalam negeri masih kurang. Keputusan pemerintah pusat untuk mendatangkan beras dari Vietnam dan Thailand tersebut diambil setelah melakukan operasi pasar sejak November – Desember 2017.

Hasilnya, operasi pasar tersebut tidak terlalu memberi pengaruh terhadap penurunan harga. Bahkan, pada awal Januari 2018, harga beras medium berada pada kisaran Rp11.000 per kilogram, atau di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp9.450. (Ant/SU05)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

spot_img

TERPOPULER